Selasa, 13 Okt 2020 14:50 WIB

Kenali Norovirus, Apa Gejala-Penyebab Virus yang Mewabah di China?

Tim detikcom - detikHealth
Golden Week China Foto: Getty Images/Kenali Norovirus, Apa Gejala-Penyebab Virus yang Mewabah di China?
Jakarta -

70 mahasiswa di sebuah universitas di Taiyuan, ibu kota Provinsi Shanxi, China Utara, terserang penyakit yang disebabkan norovirus. Apa itu norovirus yang mewabah di tengah pandemi COVID-19?

Dilansir WebMD, norovirus dinilai sebagai penyebab paling umum dari gastroenteritis akut (penyakit diare dan muntah) di seluruh dunia. Penyakit itu menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman dan dapat berdampak besar pada kesehatan masyarakat.

Norovirus awalnya disebut virus Norwalk, setelah kota Norwalk, Ohio, Amerika Serikat di mana wabah pertama yang dikonfirmasi terjadi pada tahun 1972. Rata-rata, norovirus menyebabkan 19 juta hingga 21 juta kasus gastroenteritis akut di AS per tahun dan 450.000 orang dilarikan ke ruang gawat darurat RS.

Virus itu menyebabkan lebih dari separuh wabah penyakit bawaan makanan setiap tahun. Meskipun norovirus dapat menyerang sepanjang tahun, namun lebih sering terjadi pada musim dingin. Orang kadang-kadang menyebutnya "serangga muntah musim dingin".

Norovirus kadang disebut keracunan makanan, karena dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi. Namun, mereka yang terkena virus itu, hasilnya tidak selalu kontaminasi makanan.

Gejala Norovirus

Jika Anda terkena infeksi norovirus, Anda mungkin akan berubah dari merasa benar-benar sehat menjadi sangat menderita dalam satu atau dua hari setelah terpapar. Gejala khas antara lain mual, muntah (lebih sering pada anak-anak), diare berair (lebih sering pada orang dewasa), dan kram perut.

Gejala norovirus lainnya termasuk:

-Demam ringan
-Panas dingin
-Sakit kepala
-Nyeri otot
-Kelelahan

Sebagian besar gejala ini tidak serius, tetapi diare dan muntah dapat menghabiskan cairan yang dibutuhkan tubuh, dan Anda dapat mengalami dehidrasi. Anak-anak dan lansia paling rentan mengalami dehidrasi, serta malnutrisi karena tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Jika Anda memiliki gejala norovirus, dokter akan meminta melakukan tes feses untuk memastikan bahwa Anda menderita penyakit tersebut. Tetapi diagnosis norovirus biasanya dibuat hanya berdasarkan gejala.

Berapa lama norovirus menular?

Virus dapat ditularkan hingga 8 minggu. Artinya ada kemungkinan Anda bisa membuat orang lain sakit. Biasanya infeksi ini semakin berkurang seiring waktu.

Dalam kebanyakan kasus, Anda dapat kembali bekerja atau sekolah setelah bebas dari gejala selama 48 jam. Norovirus, seperti virus lainnya, tidak merespons antibiotik, yang dirancang untuk membunuh bakteri. Tidak ada obat antivirus yang dapat mengobati norovirus, tetapi pada orang sehat, penyakit ini akan hilang dengan sendirinya dalam 1 hingga 3 hari.

Pencegahan norovirus adalah kebersihan. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik, terutama setelah pergi ke kamar mandi atau mengganti popok bayi, dan sebelum Anda menyiapkan atau makan makanan. Pembersih berbasis alkohol tidak seefektif sabun dan air.

Buang dengan hati-hati semua barang yang terkontaminasi (seperti popok kotor). Cuci buah dan sayuran mentah sampai bersih. Masak tiram dan kerang lainnya sebelum dimakan. Bersihkan dan disinfeksi permukaan dengan campuran deterjen dan pemutih klorin setelah seseorang sakit.

Jika Anda menderita norovirus, jangan menyiapkan makanan setidaknya selama 2 hingga 3 hari setelah Anda merasa lebih baik. Usahakan untuk tidak memakan makanan yang telah disiapkan oleh orang lain yang sedang sakit.



Simak Video "Norovirus Juga Ada di Indonesia, Begini Cara Cegah Penularannya"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/pal)