Dengan rutin menghitung denyut nadi setiap hari, kita bisa mengurangi risiko terkena beberapa penyakit seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi, aritmia (denyut jantung tak beraturan), jantung koroner atau sekadar mengetahui kadar stres serta kualitas tidur kita tiap harinya.
Karena itu penting juga bagimu untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi denyut jantungmu, seperti yang telah dirangkum oleh detikHealth dari berbagai sumber:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyakit kardiovaskular
|
Foto: Thinkstock
|
Penyakit aritmia atau fibrilasi atrium adalah salah satu penyakit yang paling berkaitan dengan denyut jantung. Aritmia dapat berarti gangguan ritme jantung yang melambat (bradikardia) atau bahkan mempercepat (takikardia). Jika kamu merasa denyut jantungmu bermasalah, segera konsul ke dokter jantung dan ingat, jangan tunggu sampai sakit atau terlambat.
Posisi Tubuh
|
Foto: Thinkstock
|
Tapi saat kita melakukan perpindahan posisi secara mendadak, denyut jantungmu bisa ikut mendadak naik. Misal saat kamu mendadak berdiri dari posisi duduk atau tidur, awalnya selama 15-20 detik denyutmu akan naik sedikit, tapi setelah beberapa menit akan kembali normal, seperti dikutip dari situs resmi American Heart Association.
Emosi
|
Foto: thinkstock
|
Dengan rutin mengecek denyut jantungmu tiap hari, kamu akan mengetahui level stresmu. Jika kamu dapat mengatur level stresmu secara rutin, kamu akan dapat mencegah berbagai penyakit yang terkait dengan stres, seperti stroke dan hipertensi.
Obesitas
|
Foto: thinkstock
|
Ini bisa mempengaruhi kerja jantung dengan tidak menjadi efisien dan terbatas gerakannya. Ini tentunya berdampak, darah yang sampai ke jantung berkurang, dan otot jantung pun kekurangan bahan oksigen yang terpenting, seperti dikutip dari NCBI.
Namun tentu tidak semua orang gemuk pasti mengalami penyempitan pembuluh darah. Orang kurus pun tidak kurang yang mengalami hal ini.
Penggunaan obat-obatan
|
Foto: thinkstock
|
Obat-obatan lainnya yang dapat mempengaruhi denyut jantungmu adalah obat asma, decongestant dan obat pilek, obat-obatan ilegal seperti kokain dan amfetamin, obat penyakit jantung dan tekanan darah, dan antidepresan.











































