Tapi, kamu harus tahu, tercemar parasit cacing tidak hanya dari makanan yang tidak dimasak dengan baik lho. Dikutip dari berbagai sumber, ini dia penyebab-penyebab di balik seseorang terinfeksi cacing.
Sayuran dan buah yang tidak dicuci bersih
|
Foto: detikhealth
|
Telur cacing biasanya tidak sengaja tertelan bersamaan dengan sayuran atau buah-buahan yang tidak bersih. Kemudian berkembang di dalam usus manusia dan menyebabkan cacingan.
Menurut dr Ari, pada orang dewasa cacing yang biasa menyerang adalah cacing cambuk (Trichuris trichiura) yang berkembang di usus besar dan usus halus. Serta cacing gelang (Ascaris lumbrocoides) yang berkembang pada usus 12 jari.
Buang air di sembarang tempat
|
Foto: Thinkstock
|
Prof Saleha Sungkar, ketua departemen parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menuturkan cacing bertelur sekitar 200.000 butir. Telur-telur ini dikeluarkan melalui feses. Jika seseorang buang air besar di toilet maka siklus dari cacing tersebut diputus namun kalau buang air besarnya di sembarang tempat seperti di got, kali, kebun, atau air wc nya dialirkan ke got yang digunakan untuk menyiram jalanan maka ini bisa menularkan infeksi.
"Kalau sudah kering, telur ini terbang dan hinggap di makanan yang dikonsumsi masuk ke tubuh, atau bisa juga ibu dan anak yang kontak dengan tanah yang mengandung telur cacing," ujar Prof Saleha.
Karena itu, sebaiknya tidak buang air di sembarang tempat, masih ada kemungkinan telur cacing tersebut tumbuh dan berkembang biak serta berpindah ke tubuhmu. Hiii.
Tidak menggunakan alas kaki keluar rumah
|
Foto: thinkstock
|
Tanpa disadari, ketika berjalan di tanah yang ternyata menyimpan telur cacing, telur tersebut bisa menempel pada kaki atau sela-sela kuku. Jika tersentuh dengan tangan, kemudian anak memegang makanan, maka ia pun akan berisiko mengalami cacingan.
Kurang menjaga kesehatan anus
|
Foto: Thinkstock
|
"Memang cacing kremi betina itu unik, dia meletakkan telurnya di luar usus yaitu di daerah dubur makanya kadang suka gatal di dubur. Ya coba lihat pakai senter, kalau ada seperti parutan kelapa ya itu cacing kremi," Prof. dr. Supargiyono, DTM&H., SU., Sp.Par(K), Kepala Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran UGM.











































