Sabtu, 14 Apr 2018 04:51 WIB

BPOM Lakukan Audit Pabrik Pengalengan Makarel, Ini Hasilnya

Ardian Fanani - detikHealth
BPOM mengunjungi salah satu pabrik pengalengan ikan di Banyuwangi Jawa Timur (Foto: Ardian Fanani) BPOM mengunjungi salah satu pabrik pengalengan ikan di Banyuwangi Jawa Timur (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Menindaklanjuti temuan parasit cacing pada ikan makerel dalam kaleng, BPOM RI, bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perindustrian melakukan kunjungan di pabrik pengolahan ikan CV. Pasific Harvest, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung alur proses pengolahan ikan. Kepala BPOM RI, Penny Kusumastuti Lukito bersama rombongan langsung turun mengecek pengolahan ikan makarel, Jumat sore (14/4/2018).

Rombongan langsung membaur dengan puluhan pekerja yang terlihat membersihkan ikan makarel dengan cara memotong bagian kepala dan ekor ikan. Kemudian mereka juga melihat sterilisasi ikan dengan suhu 100 derajat celcius selama 15 menit. Di proses akhir, rombongan juga melihat proses ikan yang sudah berada dalam kaleng dimasak dengan suhu 118 derajat celcius selama kurang lebih dua jam disesuaikan dengan ukuran ikan.

"Semua sudah kita lihat proses penananganannya. Steril dan sudah sesuai dengan SOP yang ada," ujar Kepala BPOM RI, Penny Kusumastuti Lukito kepada detikHealth, Jumat (13/4/2018).



Mengenai standar kebersihan kata Penny, juga dilakukan kepada seluruh pekerja. Semua pekerja wajib menggunakan masker, kaos tangan, penutup kepala, sepatu dan pakaian khusus.

"Ini kita lakukan audit komprehensif dan secara lintas sektoral. Kita memastikan titik kritis pengolahan ikan. Hasilnya kualitas sudah bagus dan tidak usah dipermasalahkan lagi," tambahnya.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menemukan tujuh dari 27 produk kemasan ikan makarel mengandung cacing parasit. Tujuh produk kemasan yang disita ini diproduksi oleh CV Pasific Harvest Muncar, Banyuwangi.

(up/up)
News Feed