Jumat, 20 Apr 2018 07:05 WIB

Fuad Baradja, Dari Aktor Jadi Terapis 'Tobat' Rokok

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Fuad berhenti merokok setelah merasakan batuk-batuk yang tak kunjung reda. (Foto: Frieda Isyana Putri) Fuad berhenti merokok setelah merasakan batuk-batuk yang tak kunjung reda. (Foto: Frieda Isyana Putri)
Jakarta - Masih ingat dengan Fuad Baradja? Bagi kamu yang besar di sekitar tahun 2000-an pasti familiar dengan salah satu artis pemeran dalam sinetron Jin dan Jun tersebut. Setelah keluar dari dunia pertelevisian, ternyata Fuad masih sibuk sebagai aktivis sosial antirokok dan seorang terapis 'tobat' rokok.

Awalnya, aktor kelahiran Solo 58 tahun silam ini adalah seorang perokok berat. Ia mengaku aktif merokok selama 11 tahun sebelum akhirnya jatuh sakit.

"Saya dulu pernah merokok dari tahun 80 sampe 91, jauh sebelum saya ngurusin rokok saya udah berhenti merokok. Waktu itu saya batuk sampai sebulan nggak berhenti berhenti," tuturnya ketika ditemui detikHealth di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Setelah mengunjungi dokter untuk ketiga kalinya, Fuad lalu berniat untuk tidak merrokok dalam sehari. Ajaib, batuknya hilang sama sekali dan membuatnya tetap berhenti merokok hingga hari-hari berikutnya.

Sejak itu Fuad mencari-cari informasi mengenai bahaya rokok. Dalam pencariannya, ia bertemu dengan salah satu LSM bernama Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM-3) dan mendapatkan setumpuk informasi.

"Saya baca satu persatu kok ternyata masalah rokok ini yang tadinya saya anggep cuma masalah kanker serangan jantung impotensi ini, eh, ternyata masalah besar sekali, masalah masa depan bangsa saya, anak mudanya. Bener-bener saya jadi tambah greget itu kan," papar Fuad.

Akhirnya Fuad memutuskan untuk bergabung dengan LM-3 Jakarta. Beberapa tahun kemudian dia diangkat menjadi ketua bidang penyuluhan dan pendidikan dengan tugas utama memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya merokok.

Namun lama-kelamaan ternyata aktivitasnya tidak terlalu banyak. Fuad lalu bergabung dengan Komnas Pengendalian Tembakau dengan bidang yang masih sama, yaitu bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Seiring waktu dalam kesibukannya menjadi pengurus Komnas, Fuad tertarik dengan salah satu metode penyembuhan dari Amerika bernama EFT atau emotional freedom technique.

Dikutip dari Health Line, metode EFT merupakan pengobatan alternatif yang diklaim dapat menyelesaikan masalah fisik maupun psikis. Metodenya meliputi totok di area-area tertentu di tubuh, seperti akupunktur.

Di Indonesia, metode ini kemudian dikembangkan lagi oleh seseorang bernama Ahmad Faiz Zainuddin dengan menambahkan kata 'spiritual' di awalnya, menjadi SEFT.

Fuad mempelajari metode tersebut dan akhirnya membuka klinik berhenti merokok sendiri. Kini tepat sudah 20 tahun ia berkecimpung menjadi terapis totok tobat rokok.

"Sekarang ini banyak dinas-dinas kesehatan yang ingin saya mengajarkan kepada petugas puskesmas, misal di kabupaten Bandung itu ada 34 puskesmas, itu mereka ngirim dari setiap puskesmas untuk melakukan pelatihan. Jadi saya melatih mereka untuk menjadi terapis," ujar pria yang telah menerbitkan 3 buku seputar kampanye berhenti merokok ini.

"Jadi nantinya sudah banyak dari kabupaten atau ibukota yang petugas puskesmasnya sudah mempunyai skill itu," imbuhnya lagi.

Tujuannya ketika saat ada yang memiliki keluhan sakit yang terkait dengan rokok, nantinya akan dianjurkan untuk pergi klinik berhenti merokok yang ada di puskesmas tersebut dengan dengan teknik berhenti merokok seperti yang dilakukan oleh Fuad.

Dengan pekerjaannya di Komnas Pengendalian Tembakau, ia kerap berkeliling Indonesia untuk membantu orang-orang yang tengah terjajah oleh adiksi nikotin dan para cukong rokok. Daerah-daerah seperti Payakumbuh, Kab. Kutai Barat, dan ia baru saja minggu lalu menyambangi Ciamis, Kab. Bandung.

Fuad merasa cukup prihatin dengan masalah merokok di Indonesia yang semakin hari semakin meningkat. Bahkan ia menyebut hampir 90 persen pasien yang datang ke kliniknya sudah membawa keluhan sakit.

"Orang Indonesia itu biasanya berhenti merokok karena 3 hal: sadar, sakit, mati. Nah yang sadar ini sedikit sekali," katanya.

Berhenti merokok, lanjutnya, memerlukan niat dan keinginan. Keinginan timbul karena motivasi, motivasi timbul karena informasi. Fuad lebih sering menekankan informasi mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan oleh rokok.

"Orang yang datang ke saya itu nggak langsung saya terapi, cuci dulu otaknya hahaha," selorohnya sambil terbahak-bahak.

Kini Fuad aktif sebagai terapis dan penyuluh berhenti merokok.Kini Fuad aktif sebagai terapis dan penyuluh berhenti merokok. Foto: Frieda Isyana Putri


Klinik berhenti merokok Fuad hanya bisa dibuka melalui janji. Jika seseorang ingin diterapi, maka ia harus menelepon nomor pribadi Fuad dan membuat janji.

Fuad mengaku ia belum berhenti akting sama sekali, hanya ia lebih memilih untuk mengambil yang mudah seperti iklan."Bentar lagi ada iklan saya keluar itu, iklan kesehatan haji," tandas Fuad seraya tertawa lagi.
(fds/fds)
News Feed