Organ Intim Tumbuh Tak Sempurna, Haruskah Dioperasi?

Fenomena 'Kelamin Ganda'

Organ Intim Tumbuh Tak Sempurna, Haruskah Dioperasi?

- detikHealth
Senin, 02 Feb 2015 18:33 WIB
Organ Intim Tumbuh Tak Sempurna, Haruskah Dioperasi?
Jakarta - Kondisi organ intim yang tak berkembang sempurna pada anak-anak atau disebut juga dengan Disorder of Sexual Development (DSD), membutuhkan pengobatan yang tepat agar cepat pulih. Nah, hal ini tak hanya bisa didapat melalui tindakan operasi lho.

"Operasi akan membantu pasien yang organ kelaminnya tidak terbentuk sempurna, yaitu operasi rekonstruksi. Tapi pengobatannya beragam, dilihat dulu juga dari faktor penyebabnya," terang dokter spesialis urologi dari RS Asri Jakarta, dr Irfan Wahyudi, SpU, kepada detikHealth, Senin (2/2/2015).

Seperti misalnya jika dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa penyebab DSD ini muncul adalah karena kelainan hormon, maka untuk pengobatan bisa dilakukan dengan terapi hormon terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan dengan memberikan obat-obat hormonal pada pasien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, jika kemudian diputuskan untuk dilakukan operasi maka tindakan ini biasanya dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki kelainan atau kecacatan yang terjadi. Pertama, memperbaiki struktur penis agar tak menempel. Kedua, memindahkan lubang urine dari bawah ke ujung penis (pada pasien DSD dengan hipospadia). Sementara yang ketiga, untuk menyatukan skrotum.

Baca juga: Menunggu 5,5 Tahun untuk Punya Anak, Ibu di Yogya Akhirnya Lahirkan Kembar 4


Menurut dokter spesialis bedah plastik dari RS Dr Soetomo Surabaya, Beta Subakti Nata'atmaja, MD, sebelum operasi pembentukan alat kelamin, status jenis kelamin yang bersangkutan harus dipastikan, baik secara genetika, hormonal, maupun kejiwaan. "Biasanya dilakukan pemetaan kromosom untuk menentukan jenis kelamin berdasarkan kode genetik (kromosom)," jelas dr Beta.

Selain itu dilihat status hormonalnya, karena terdapat perbedaan jelas jenis hormon dominan antara laki-laki dan perempuan. Di samping itu, hormon juga akan memengaruhi alat kelamin sekunder berdasarkan jenis kelamin yang dimaksud, seperti payudara pada perempuan, serta kumis dan jakun pada laki-laki.

Jika ternyata yang bersangkutan adalah perempuan, setelah operasi pembentukan penis bisakah kemudian operasi plastik lagi untuk dibuatkan vagina? "Bisa, justru membuat vagina lebih mudah dibandingkan membuat penis," terang dr Beta.

Operasi pembentukan alat kelamin biasanya diikuti dengan terapi hormon. Namun hal ini tergantung status hormon pasien. Umumnya, operasi seperti ini tidak dilakukan sekali saja.

Baca juga: Wow, Wanita Ini Menarik Bayinya Sendiri Keluar dari Rahim Saat Operasi



(ajg/vit)

Berita Terkait