KPAI Siap Laporkan Penulis dan Penerbit Buku Belajar Pacaran ke Polisi

Kontroversi Buku Belajar Pacaran

KPAI Siap Laporkan Penulis dan Penerbit Buku Belajar Pacaran ke Polisi

- detikHealth
Kamis, 05 Feb 2015 18:21 WIB
KPAI Siap Laporkan Penulis dan Penerbit Buku Belajar Pacaran ke Polisi
Jakarta -

Buku 'Saatnya Aku Belajar Pacaran' karya Toge Aprilianto menuai kontroversi karena ditengarai mengajarkan perilaku seks bebas kepada remaja dan anak-anak di bawah umur. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun melaporkan si penulis dan penerbit ke polisi.

"Untuk menyikapi beredarnya buku berjudul 'Saatnya Aku Belajar Pacaran' yang ditulis Toge Aprilianto dan seiring telaahan yang dilakukan KPAI bahwa konten buku tersebut memenuhi unsur pidana sehingga sore ini Kamis 5/2 jam 17.30 WIB, KPAI melaporkan penulis dan penerbit buku ke Bareskrim Mabes Polri," ujar Ketua KPAI, Asrorun Niam Sholeh, dalam keterangan tertulisnya dan ditulis pada Kamis (5/2/2015).

Menurut KPAI, buku 'Saatnya Aku Belajar Pacaran' yang salah satunya berisi tentang permisivitas terhadap aktivitas di luar nikah, bertentangan dengan prinsip pendidikan, moral, norma agama, susila, dan hukum. Untuk itu, KPAI meminta penerbit dan penulis untuk segera menarik buku tersebut dari peredaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KPAI meminta pemerintah dan aparat kepolisian untuk mengambil langkah preventif mencegah peredaran secara luas dan penegakan hukum yang tegas. Buku ini jelas bertentangan dengan komitmen revolusi mental yang hendak dibangun pemerintah Kabinet Kerja," sambung Asrorun.

Baca juga: Komite III DPD RI Komentari Soal Kontroversi 'Saatnya Aku Belajar Pacaran'

Buku 'Saatnya Aku Belajar Pacaran' menjadi heboh karena adanya anggapan bahwa buku tersebut mengajarkan perilaku seks bebas pada anak dan remaja. Dalam foto potongan buku yang beredar di sosial media, ada satu bab yang membahas soal hubungan seksual dengan pacar. Bab tersebut berjudul Pacar Ngajak ML. Berikut kutipan lengkap buku tersebut:

"Sebetulnya wajar kok kalo pacar ngajak kamu ML. wajar juga kalo kamu ngajak pacarmu ML. Hal itu kan alamiah-naluriah. Jadi, itu justru pertanda kalo kamu dan/atau pacarmu masih punya energi buat terlibat dalam proses reproduksi, yang memang sewajarnya dimiliki oleh tiap makhluk hidup. Hal itu jadi ga wajar kalo pihak yang diajak, ato bila pihak yang diajak nglakuin itu karena ngrasa kepaksa, apapun alasannya.

"Jadi kalo pacarmu ngajak ML, kamu boleh aja nurutin maunya dia, kalo kamu sanggup. Artinya kamu mau nglakuin itu n kamu juga siap ngadepin akibat dari perilaku ML itu. Kalo kamu maun tapi masih ngadepin akibatnya, lebih baik ga kamu lakuin daripada kalopun dilakuin akhirnya jadi ga asik gara-gara pikiranmu n perasaanmu ga kompak. Demikian kalo kamu ngajak n pacarmu agak ragu bikin keputusan soal setuju nglakuin ato nolak ajakanmu. Jadi, daripada malah ga asik n kamu menilai pacarmu ga sungguh sayang kamu, mending stop aja. Minimal untuk saay itu. Laen kali bisa kamu coba lagi ajak dia ML, dengan harapan kesanggupannya uda lebih sip daripada sebelumnya."

Baca juga: Penulis 'Saatnya Aku Belajar Pacaran' Minta Maaf, Tapi Dinilai Tidak Cukup

Namun kemarin si penulis buku, Toge Aprilianto, telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun Facebooknya. Berikut pernyataan permintaan maaf lengkap Toge:

"Kepada Yth. Masyarakat Indonesia
Bersama ini, saya, toge aprilianto, sepenuh hati memohon maaf kepada Masyarakat Indonesia, atas kelalaian saya membuat buku saaynya aku belajar pacaran, yang ternyata memicu krisis.
-
Untuk itu, lewat media ini saya menyatakan bahwa mulai saat ini tidak akan lagi menjual buku itu, dan saya bersedia mengembalikan uang pembelian buku itu, bila ada teman yang terlanjur beli dan ingin mengembalikan buku itu kepada saya.
-
Saya sungguh berharap Masyarakat Indonesia yang budiman berkenan memaafkan kelalaian saya atas terbitnya buku tersebut. Selanjutnya saya akan berusaha lebih waspada terhadap apa yang mungkin terjadi sebagai akibat dari apa yang saya lakukan.
Terima kasih atas evaluasi yang teman-teman sampaikan. Terima kasih atas kebaikan teman-teman yang bersedian mengingatkan kelalaian saya. Terima kasih.
Salam Maaf,
toge aprilianto"


(vit/up)

Berita Terkait