Buku psikologi remaja 'Saatnya Aku Belajar Pacaran' jadi kontroversi di media sosial. Buku tersebut dituding mengajarkan perilaku seks bebas karena secara eksplisit membolehkan remaja berpacaran untuk melakukan hubungan intim atau ML.
Sang penulis, psikolog Toge Aprilianto, sudah meminta maaf melalui laman media sosial Facebook pribadinya. Dalam permintaan maafnya, ia bersedia menghentikan penjualan buku dan mengembalikan uang para pembeli yang ingin mengembalikan bukunya.
Baca juga: Ketika Anak Bau Kencur Mulai Pacar-pacaran, Ini Kata Psikolog
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minta maaf saja tidak cukup. Coba buku dia kan sudah beredar di masyarakat, sudah dibaca, itu dampaknya gimana? Makanya dia harus mau menarik seluruh bukunya dari peredaran, bukan hanya memberhentikan penjualan saja. Tarik semua bukunya termasuk e-book yang ada di internet dan dapat diunduh gratis," ungkap Fahira panjang lebar, ketika berbincang dengan detikHealth, Rabu (4/2/2015).
Menurut Fahira, apa yang disampaikan oleh Toge dalam bukunya dapat menyesatkan remaja dan anak-anak yang membacanya. Apalagi, Toge juga dikenal sebagai psikolog yang sering mengisi acara-acara bertemakan parenting dan pengasuhan anak.
Baca juga: Ketika Anak Bau Kencur Mulai Pacar-pacaran, Ini Kata Psikolog
Ketika dikonfirmasi oleh detikHealth, Toge mengatakan bahwa belum saatnya ia untuk berbicara. Ia pun memilih untuk tidak berkomentar soal desakan penarikan buku-bukunya yang sudah beradar di masyarakat.
"Maaf saya belum bisa komentar. Nanti saja ya," ucapnya singkat..
Berikut pernyataan permintaan maaf lengkap Toge di laman Facebooknya:
"Kepada Yth. Masyarakat Indonesia
Bersama ini, saya, toge aprilianto, sepenuh hati memohon maaf kepada Masyarakat Indonesia, atas kelalaian saya membuat buku saaynya aku belajar pacaran, yang ternyata memicu krisis.
-
Untuk itu, lewat media ini saya menyatakan bahwa mulai saat ini tidak akan lagi menjual buku itu, dan saya bersedia mengembalikan uang pembelian buku itu, bila ada teman yang terlanjur beli dan ingin mengembalikan buku itu kepada saya.
-
Saya sungguh berharap Masyarakat Indonesia yang budiman berkenan memaafkan kelalaian saya atas terbitnya buku tersebut. Selanjutnya saya akan berusaha lebih waspada terhadap apa yang mungkin terjadi sebagai akibat dari apa yang saya lakukan.
Terima kasih atas evaluasi yang teman-teman sampaikan. Terima kasih atas kebaikan teman-teman yang bersedian mengingatkan kelalaian saya. Terima kasih.
Salam Maaf,
toge aprilianto"
(mrs/vit)











































