"Tidak ada persiapan khusus. Yang penting pasien mau bekerjasama dengan baik. Karena, metode ini butuh waktu yang lama sehingga dibutuhkan kesabaran si pasien," kata Andri Primadhi, SpOT, staf Divisi Foot and Ankle Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FK Universitas Padjadjaran RS Hasan Sadikin Bandung, dan ditulis pada Jumat (13/2/2015).
Baca juga: Tak Hanya Gen, Ini Berbagai Penyebab Seseorang Bertubuh Pendek
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Metode ini bisa dilakukan di Indonesia, namun di sini umumnya dipakai untuk memperbaiki kelainan tulang atau tubuh yang disproporsional. Kelainan bentuk tubuh bisa terjadi karena kelainan bawaan, atau juga kelainan akibat patah tulang, infeksi, maupun penyakit tertentu.
"Untuk membantu menambah tinggi tubuh bisa, namun bukan indikasi mutlaknya," ucap dr Andri.
Sesuai indikasi absolutnya itu, maka metode ini bisa digunakan pada bagian tubuh manapun yang mengalami kelainan. Namun hanya dilakukan pada tulang panjang saja seperi tulang kering, tulang paha, tulang lengan atas, dan tulang betis.
Baca juga: Mungkinkah Pertumbuhan Anak 2 Tahun ke Atas Bisa Optimal Tanpa Susu?
"Jadi, prosesnya tulang yang sengaja dipatahkan (fraktur) itu akan menjadi lunak. Sehingga saat masih lunak dapat dilakukan penambahan tinggi per harinya maksimal 0,5 mm. Penambahan tinggi ini memiliki teknik penarikan yang jumlahnya berbeda pada tiap orang, namun per harinya harus tetap sesuai indikasi maksimalnya," tutur dr Andri.
Jika penambahan tinggi badan melebihi batas maksimalnya, maka pembuluh darah dan saraf akan ikut meregang dengan cepat.
Alexandra Transer, perempuan asal Volgograd, Rusia, adalah salah satu yang mencoba metode Ilizarov Apparatus untuk menambah tinggi badan. Dia rela mengeluarkan uang sekitar Rp 116 juta untuk menjalani metode ini. Risiko komplikasi pasca operasi bisa terjadi, antara lain infeksi, kekakuan sendi, bahkan deviasi tulang menjadi membengkok. Penyakit metabolik, gangguan nutrisi ke tulang, diabetes, dan kebiasaan merokok akan menambah risiko kemungkinan kegagalan operasi.
Baca juga: Agar Tambah Tinggi, Wanita Ini Jalani Prosedur 'Patahkan Kaki'
(vit/vit)











































