"Iklan dengan model seperti Miranda Kerr membuat saya terobsesi untuk bisa menjadi sepertinya. Saya bahkan merasa bisa menjadi lebih kurus daripada model-model itu. Saya jadi terobsesi untuk bisa kehilangan berat badan sebanyak-banyaknya," papar Swadling.
Kondisi ini membuat Swadling benar-benar 'takut' dengan makan. Ia mengonsumsi hanya sekitar 300 kalori per hari, berat badannya pun berangsur-angsur terus menurun. Tulang-tulang di tubuhnya menjadi terlihat sangat jelas. Dalam kondisi terburuknya, ia bahkan sempat sampai tidak bisa berjalan dan kebanyakan hanya berbaring di tempat tidur saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tak Melulu Wanita, Anoreksia Juga Bisa Dialami Pria
Sejak saat itu ia pun mulai rutin berolahraga. Namun pengaturan pola makannya menjadi mulai tak teratur, justru malah membuatnya malah menjadi jarang makan. Berat badannya turun drastis hingga 13 kg, terus-menerus turun sampai kemudian bobotnya hanya 30 kg.
"Saya sadar tubuh saya jadi lebih kecil dari Miranda Kerr. Awalnya saya menyukainya, tapi kemudian lama-lama saya membencinya. Saya tidak bisa berjalan," imbuh Swadling. Mendukung keinginan Swalding untuk sembuh, ibunya pun membawanya ke dokter.
Sempat beberapa kali pingsan di rumah sakit, ia pun kemudian mendapatkan perawatan. Mulai menyukai makan dengan porsi dan waktu yang rutin, berat badan Swadling kini mulai kembali naik sedikit demi sedikit. Ia pun menerapkan raw diet dengan pengawasan dokter. Dalam akun Instagram dan YouTube-nya, Swadling juga beberapa kali memposting aktivitas dan jenis-jenis makanan yang dikonsumsinya.
Ia ingin gadis-gadis remaja lain di luar sana yang mungkin mengalami masalah sama sepertinya menyadari bahwa anoreksia sama sekali bukan cara sehat untuk tampil langsing. Memiliki porsi makan yang cukup dan olahraga sewajarnya kini diyakini Swadling lebih bermanfaat.
Baca juga: Cegah Anoreksia, Prancis Akan Denda Model yang Terlalu Kurus Rp 1 M!
(Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)











































