dr Sigit Priohutomo, MPH, Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kemenkes mengatakan dirinya belum menerima laporan secara utuh soal kasus ini. Namun dari laporan sementara, diduga virus H5N1 berasal dari burung hantu peliharaan.
"Jadi mereka ini tanggal 7 Maret 2015 main ke rumah kerabat di daerah Bogor. Kerabat mereka ini punya burung hantu peliharaan. Lalu burung hantu ini mati tanggal 8 Maret 2015," tutur dr Sigit, ditemui di Hotel Ritz Carlton, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2018).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Sigit tidak bisa memastikan apakah burung hantu ini meninggal akibat terserang flu burung atau tidak. Yang pasti, beberapa hari kemudian salah satu pasien berinisial MI mengidap demam tinggi dan dibawa ke rumah sakit.
"Mulai sakit itu tanggal 12 Maret 2015. ‎Setelah itu dirawat di rumah sakit di Tangerang. Pasien T yang merupakan ayah dari MI meninggal tanggal 24 Maret 2015. Anaknya dirujuk ke RSUP Persahabatan tanggal 26 Maret meninggal hari itu juga," tutur dr Sigit lagi.
Sebelumnya, Kepala Balitbangkes Prof Tjandra Yoga Aditama memastikan bahwa virus flu burung yang menyerang kedua orang tersebut berjenis H5N1. Sementara anggota keluarga lainnya yang saat ini dirawat di RSUP Persahabatan dalam kondisi baik.
"Istri dan anaknya yang satu lagi baik. Semalam saat masuk Persahabatan baik, hari ini baik. Masuk dia nggak demam cuma sebagai prosedur standar saja. Hasil labnya selain PCR baik, PCRnya nanti saya update ya," ujar Prof Tjandra.
Baca juga: Dirawat di RS Persahabatan, Istri dan Anak T Negatif Flu Burung
(Muhamad Reza Sulaiman/Nurvita Indarini)











































