ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Apr 2015 11:32 WIB

Celana Dalam Bisa Menguatkan Alat Vital Pria? Ini Kata Dokter

Firli Isnaeni - detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di pasaran beredar celana dalam yang diklaim bisa membesarkan dan menguatkan alat vital pria. Dengan celana dalam ini, kaum suami tak lagi khawatir dengan performanya di ranjang. Namun benarkah celana penguat alat vital itu benar-benar ampuh?

"Celana dalam yang menguatkan alat vital, menjaga kesehatan, mencegah bakteri, hingga saat ini belum ada bukti penelitian ilmiah kedokteran yang sahih (valid). Agaknya, baru tahap 'testimoni', yaitu pernyataan beberapa orang yang dianggap ahli/pakar oleh perusahaan yang memproduksi celana dalam tersebut," terang pakar kesehatan seksual dari Universitas Tarumanagara, dr Andri Wanananda MS, dalam oerbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (2/4/2015).

Menurut dr Andri, jika pria ingin alat vitalnya selalu sehat dan prima, maka perlu dijaga kebugaran jasmani atau fisiknya. Sehingga ada baiknya para pria berolahraga secara teratur dan mengasup makanan yang kaya akan nutrisi. Selain itu perlu juga ketenangan psikis.

Baca juga: Saat Tidur, Baiknya Pria Pakai Celana Dalam atau Tidak?

dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre Bali berpendapat senada. Menurutnya tidak ada efek penguatan alat vital yang bisa diberikan melalui celana dalam.

Dalam rubrik konsultasi Seksologi detikHealth, dr Andri menuturkan pria dengan kebugaran fisik dan psikis yang normal umumnya bisa tahan lama di ranjang. Dengan demikian, pria tersebut tidak membutuhkan adanya obat kuat ataupun memakai celana dalam yang diklaim bisa menguatkan alat vital pria.

"Hanya pria yang kurang bugar, serta kaum lanjut usia (lansia) yang karena proses penuaan tidak mampu melakukan hubungan seksual dengan jangka waktu optimal hingga pasangannya mencapai orgasme. Gangguan seksual pria ini dikenal sebagai ejakulasi dini dan disfungsi ereksi," jelas dr Andri.

Di pasaran ada pula celana dalam yang diklaim bisa mencegah hernia. Menurut dr Nyoman, memang ada celana untuk pasien hernia. Namun celana ini sifatnya tidak mengobati.

Baca juga: Agar Pakaian Dalam Minim Bakteri, Begini Cara Mencuci yang Benar

"Hernia itu pada orang tertentu yang mengalami kelainan, bisa karena turun ususnya. Nah, celana hernia itu bisa bantu menopang, tapi bukan mengobati," kata dr Nyoman.

Senada dengan dr Nyoman, dr Andri juga berpendapat bahwa celana dalam untuk pasien hernia tidak ditujukan untuk mengobati, namun hanya menahan sementara tonjolan hernianya. "Celana dalam yang mencegah hernia (burut usus) keliru pengertiannya. Ada celana dalam yang menahan sementara tonjolan hernia pada selangkangan (regio inguinalis) pasien yang menunda operasi hernia," kata dr Andri.

(vta/vta)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT