Tangani Peningkatan Pasien Diabetes, 5.500 Tenaga Kesehatan Dapat Pelatihan

Tangani Peningkatan Pasien Diabetes, 5.500 Tenaga Kesehatan Dapat Pelatihan

- detikHealth
Jumat, 10 Apr 2015 16:36 WIB
Tangani Peningkatan Pasien Diabetes, 5.500 Tenaga Kesehatan Dapat Pelatihan
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Menurut survei kesehatan nasional 2013 dan perkiraan International Diabetes Federation (IDF), jumlah penyandang diabetes Indonesia ada sekitar 9,1 juta orang dan diperkirakan akan terus meningkat. Jumlah tersebut lebih banyak daripada endokrinolog yang menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) hanya ada 100 orang.

Ketua PERKENI Profesor Dr dr Achmad Rudijianto, SpPD, KEMD, FINASIM, mengatakan seharusnya diabetes tidak perlu semuanya ditangani oleh spesialis. Dokter umum di fasilitas kesehatan primer sebetulnya sudah diberikan keterampilan untuk menangani diabetes, namun keahlian yang lebih diperlukan untuk memberikan edukasi kepada penyandang diabetes.

Atas dasar tersebut PERKENI, Kementerian Kesehatan, Sanofi, dan American Diabetes Association (ADA) bekerja sama membuat program Partnership in Diabetes Control in Indonesia (PDCI). Sekitar 5.000 dokter umum dan 500 spesialis akan dilatih untuk meningkatkan kapasitasnya dalam tata laksana penyakit diabetes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Studi: Tiap Satu Jam Tonton TV, Risiko Diabetes Bisa Bertambah Tiga persen

"Sebenarnya yang menangani 9,1 juta penyandang diabetes ini ada dokter umum, spesialis, dan konsultan. Kalau dokter umum bisa menangani lebih baik 60 persen pasien di tingkat fasilitas primer tadi enggak timpang. Itu lah tujuan dari pelatihan ini," kata dr Rudijianto dalam acara diskusi media di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2015).

Guru Besar Endokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Dr dr Pradana Seowondo, SpPD, KEMD, mengatakan bahwa tingkat kesulitan penanganan diabetes rendah dan bisa dilakukan oleh dokter umum. Empat faktor seperti gula darah, kolesterol, berat badan, dan tekanan darah harusnya bisa dengan mudah dikontrol oleh dokter umum namun kenyataannya jarang mencapai target.

"Pengobatan konvensional yang ada itu cuma diberi obat saja. Harusnya lebih banyak usaha promotif dan preventif agar penyakit tak berkembang sehingga harus ke dokter-dokter super itu (spesialis -red)," kata dr Pradana ditemui pada acara yang sama.

Baca juga: 3 Asupan Ini Bisa Bantu Hindarkan Diabetes Tipe 2

Saat ini PDCI melaporkan sudah melatih 2.473 dokter umum dan 307 spesialis penyakit dalam jangka waktu dua setengah tahun sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2015. Harapannya dengan meningkatkan kapasitas para tenaga kesehatan maka angka penyandang diabetes juga bisa ditekan.

(fds/vit)

Berita Terkait