Terlalu 'Kreatif', Efek Euforia Dicari dari 'Pil Kuning' untuk Parkinson

Fenomena Mabuk Pil Kuning

Terlalu 'Kreatif', Efek Euforia Dicari dari 'Pil Kuning' untuk Parkinson

Nurvita Indarini - detikHealth
Selasa, 28 Apr 2015 15:31 WIB
Terlalu Kreatif, Efek Euforia Dicari dari Pil Kuning untuk Parkinson
Foto: Edo/detikcom
Jakarta - Pil kuning untuk obat parkinson malah ditenggak orang yang masih muda dan sehat. Efek euforia sehingga bisa lepas sejenak dari masalah sengaja dicari dari pil yang satu ini. Sayang, karena terlalu 'kreatif' dampak negatifnya malah kurang diperhatikan.

"Perlu dosis tinggi untuk mendapatkan efek sampingnya. Efek samping yang didapat dimanfaatkan jadi fly, apalagi ditambah minuman keras," ujar Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jakarta Pusat, Drs M Yamin, M.Pharm, Apt, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (28/4/2015).

Yamin mengatakan saat ini banyak orang-orang yang menjadi sangat 'kreatif' memanfaatkan efek samping obat untuk fly. Menurut Yamin, penyalahgunaan obat sudah lama didengarnya. Tak cuma obat untuk parkinson, obat nyeri, obat antinyamuk, dan obat tidur pun dimanfaatkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Mengenal 'Pil Kuning', Obat Parkinson Legendaris yang Banyak Disalahgunakan

"Ini bisa memunculkan halusinasi, sehingga menjadi disorientasi. Karena bertindak di luar kesadaran, maka dia juga tidak bisa mengendalikan emosi. Kalau sudah masuk kondisi tidak normal dalam persarafan maka emosinya juga tidak sadar," sambung Yamin.

Obat parkinson Trihexypenidyl populer juga dengan sebutan Trihex atau THP dengan dosis tertentu memang bisa meringankan gejala parkinson. Menurut aturan pengobatan, sambung Yamin, obat bisa diberikan maksimal sampai 15 mg. Seberapa banyak dosis obat, pasien tidak bisa menentukan sendiri melainkan perlu berkonsultasi dengan dokter. Karena masing-masing orang kondisinya berbeda.

"Dengan obat ini maka gemetarnya bisa berkurang sehingga bisa beraktivitas lebih baik. Tapi ini bukan berarti menyembuhkan," ucap Yamin.

Baca juga: 'Pil Kuning' untuk Parkinson Sudah Lama Dipakai untuk Mabuk-mabukan

Meski ada efek samping, namun dirasa masih di bawah level manfaat yang didapat pasien parkinson. Sehingga keberadaan obat ini tidak merugikan pasien parkinson. Efek samping yang mungkin muncul dari konsumsi obat ini adalah penglihatan kabur, sembelit, keringat yang bercucuram. mulut kering, mual dan muntah, sakit perut, sakit kepala, meningkatnya sensitivitas mata pada cahaya, serta pusing atau ringan saat bangun dari duduk. (Nurvita Indarini/AN Uyung Pramudiarja)

Berita Terkait