Kursi yang diciptakan sekelompok siswa sekolah menengah atas dari Blue Valley, Kansas ini terinspirasi dari 'mesin pelukan' yang dibuat oleh Temple Grandin. Grandin merupakan seorang ilmuwan terkemuka yang juga mengidap autisme. Bagi Grandin, 'mesin pelukan' buatannya terbukti sebagai terapis yang bisa memberikan ketenangan. Bedanya, kursi ini merupakan bentuk yang lebih praktis dari 'mesin pelukan' buatan Grandin.
Baca juga: Studi: Sperma Ayah Kemungkinan Berkaitan dengan Risiko Autisme Anak
Tim peneliti mengetahui bahwa lebih dari 90 persen penyandang autisme memiliki gangguan pada mekanisme sensorik atau sarafnya, sehingga ketika muncul rangsangan seperti suara atau cahaya, mereka tak dapat meresponsnya dengan baik, bahkan menganggapnya berlebihan.
Hal inilah yang menyebabkan anak penyandang autisme seringkali kesulitan untuk melakukan interaksi sosial. Di sisi lain, ia sendiri mengalami stres karena paparan stimulan itu dianggapnya berlebihan.
"Kondisi ini bisa memicu kecemasan tingkat tinggi pada mereka, yang pada akhirnya mengakibatkan perilaku melukai diri sendiri, tantrum atau bahkan krisis, dan berbagai penelitian mengungkap 'tekanan' dapat menenangkan mereka," terang peneliti seperti dikutip dari Kansas City Star.com, Senin (1/6/2015).
Untuk itulah kursi ini terbuat dari armchair atau sofa tunggal yang dilengkapi dengan dua airbag di kanan-kirinya. Nantinya si anak bisa duduk atau berbaring di antara kedua airbag tersebut untuk merasakan manfaatnya. "'Tekanan' inilah yang memicu pelepasan serotonin dan dopamine di otak mereka, sehingga mereka menjadi tenang, bahkan tekanan darah dan detak jantung mereka juga menurun," lanjutnya.
Dari yang awalnya hanya sebuah ide, kursi ini kemudian benar-benar dikembangkan oleh seorang pebisnis lokal dari Kansas City bernama Stuart Jackson. Kebetulan putranya, Joshua mengidap ASD (autism spectrum disorder) atau autisme.
Ia bahkan mendirikan sebuah perusahaan bernama Sensory Chair Co untuk memasarkan kursi tersebut. Dan setelah diujicobakan kepada putranya, ternyata kursi ini memang benar-benar efektif untuk meredakan gejala tantrum yang kadang diperlihatkan anak penyandang autisme.
Sembari merancang versi terbaru dari kursi ini, Jackson telah merencanakan akan mulai memasarkan kursi ini di akhir tahun.
Baca juga: 2 Hal Ini Pengaruhi Keberhasilan Terapi pada Anak dengan Autisme
(Rahma Lilahi Sativa/AN Uyung Pramudiarja)











































