Menanggapi hal itu, Prof Dr drg Melanie S. Djamil, MBiomed FICD Lab BioCORE dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti mengatakan bahwa penggunaan ranting kayu manis bisa berakibat negatif. Jika tidak disertai dengan pendidikan yang benar dalam menggunakan ranting kayu sebagai pembersih gigi, maka bisa berakibat buruk.
"Yang harus menjadi perhatian ketika menggunakan ranting pohon sebagai pembersih gigi adalah faktor higienitasnya. Selain itu, bila caranya salah maka penggunaan ranting pohon justru akan merusak struktur gigi. Oleh karena itu perlu segera dilakukan edukasi mengenai cara dan alat yang tepat untuk membersihkan dan merawat gigi," ucap Prof Melanie saat ditemui di Jet Ski Cafe, Jakarta, Jumat (12/6/2015)
Baca juga : Di Daerah Terpencil, Masih Ada Warga yang Gosok Gigi Pakai Batang Kayu Manis
Kapten Kapal Vega, Shane Granger, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa masyarakat yang tinggal di beberapa pulau yang mereka kunjungi menggunakan ranting pohon yang sudah dikunyah ujung rantingnya hingga agak tebal sebagai sikat gigi. Oleh karena itu, menurutnya diperlukan dukungan dari beberapa pihak dalam mendistribusikan sikat gigi dan materi edukasi gigi dan mulut ke masyarakat setempat.
Vega merupakan sebuah kapal pinisi asal Swedia dengan misi sosial yang bergerak di bidang kesehatan, edukasi, dan community development di daerah Indonesia Timur. Kapal kemanusiaan ini sejak tahun 2013 bersama produsen perawatan gigi dan mulut, Formula, berupaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.
Bantuan diberikan dengan memberikan dukungan berupa sikat gigi dan materi edukasi yang akan digunakan oleh guru serta bidan setempat. Selanjutnya guru dan bidan akan mengajarkan cara merawat kesehatan gigi dan mulut yang benar.
Baca juga: Baca juga : Hai Pria, Jarang Perhatikan Kesehatan Gigi? Hati-hati Efeknya pada Mr P
(vta/vta)











































