Ketum IDAI: 5 Juta Anak Lahir Tiap Tahun, Dokter Anaknya Tak Sampai 4.000

Ketum IDAI: 5 Juta Anak Lahir Tiap Tahun, Dokter Anaknya Tak Sampai 4.000

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 15 Jun 2015 12:05 WIB
Ketum IDAI: 5 Juta Anak Lahir Tiap Tahun, Dokter Anaknya Tak Sampai 4.000
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Kebutuhan dokter anak meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Namun ternyata jumlah dokter anak yang ada sekarang ini masih jauh dari kata ideal.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Aman B Pulungan, SpA(K) mengatakan bahwa ada kurang lebih 90 juta anak di Indonesia, dengan rata-rata 5 juta anak lahir tiap tahunnya. Angka ini sangat jauh dengan jumlah dokter anak yang saat ini tidak sampai 4.000 orang.

"5 Juta anak lahir setiap tahun di Indonesia, sedangkan dokter anak kita jumlahnya tak sampai 4.000. Tentunya bukan perkara yang mudah untuk menyelesaikan masalah stunting (anak pendek), wasting (anak kurus) atau bahkan gizi buruk," tutur dr Aman dalam acara ulang tahun IDAI ke 61 di RSCM Kiara, dan ditulis Senin (15/6/2015).

Baca juga: Ulang Tahun ke-61, IDAI Canangkan Gerakan Duta 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Dikatakan dr Aman, saat ini Indonesia membutuhkan kurang lebih 30 ribu hingga 40 ribu dokter anak. Tentunya bukan perkara mudah mencetak dokter anak sebanyak itu hanya dalam waktu beberapa tahun.

Solusinya tentu saja pemerataan persebaran dokter. Hal inilah yang sulit dilakukan. Mengingat letak geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan gunung, serta kesediaan sumber daya manusianya sendiri.

"Kalau dokternya cukup, maka masalah stunting, wasting dan gizi buruk akan bisa teratasi. Minimal dokternya bisa memberikan pelatihan atau ilmunya kepada tenaga kesehatan lain, serta media bisa menjadi corong untuk masyarakat mendapat informasi soal kesehatan anaknya," papar dokter berkepala plontos ini.

Stunting, wasting dan gizi buruk merupakan masalah utama kesehatan dan tumbuh kembang anak di Indonesia. Meskipun pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan terus berupaya melakukan perbaikan, peran organisasi profesi seperti IDAI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) serta Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) sangat penting.

Baca juga: Gizi Seimbang dan Rutin Beraktivitas Fisik Bantu Tulang Anak Sehat dan Kuat

Apalagi menurut dr Aman, semangat menjaga tumbuh kembang anak Indonesia sudah dicanangkan melalui visi misi IDAI sejak berdiri pada tahun 1954. Semangat itu tidak akan berubah hingga IDAi berusia 61 tahun, dan diharapkan tak berubah hingga masa depan.

"Dalam hymne IDAI juga kita sudah sebutkan, kami bina jiwa, raga dan tumbuh kembangnya anak Indonesia. Nah pembinaan jiwa, raga dan tumbuh kembang ini akan tetap terus kami jalankan," pungkasnya.

(mrs/vta)

Berita Terkait