Risiko Penyintas Ebola, Mulai dari Nyeri Sendi Hingga Kebutaan

Risiko Penyintas Ebola, Mulai dari Nyeri Sendi Hingga Kebutaan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 10 Agu 2015 11:06 WIB
Risiko Penyintas Ebola, Mulai dari Nyeri Sendi Hingga Kebutaan
Foto: Dok. Emory Eye Center
Jakarta - Keberhasilan vaksin rVSV-EBOV dalam pencegahan penularan kasus baru Ebola di Afrika Barat memang patut diacungi jempol. Vaksin ini memiliki tingkat efektivitas hingga 100 persen berdasarkan studi kasus yang dilakukan di Liberia, Guinea dan Sierra-Leone.

Meski begitu, bukan berarti permasalahan seputar Ebola telah selesai. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan masalah baru terletak pada keluhan para penyintas yang telah sembuh dari Ebola. Mereka mengaku sering mengalami rasa nyeri di bagian sendi, hingga berkurangnya penglihatan.

Baca juga: Ditemukan Vaksin Efektif 100 Persen, Wabah Ebola Diharap Lenyap

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dunia belum pernah menghadapi masalah Ebola seperti yang dialami negara-negara Afrika Barat tahun lalu. Ada kurang lebih 13.000 penyintas dari tiga negara, ini adalah hal yang baru dilihat dari sisi medis hingga sosial," tutur Anders Nordstrom, perwakilan WHO di Sierra Leone, seperti dikutip dari Reuters, Senin (10/8/2015).

Daniel Bausch dari tim penanganan Ebola WHO mengatakan kurang lebih setengah dari pasien Ebola selamat mengalami nyeri sendi. Nyeri sendi ini terasa sangat hebat sehingga membuat mereka sulit beraktivitas hingga tak bisa bekerja.

Sementara itu 25 persen lainnya mengaku sering mendapat peradangan di berbagai bagian tubuh, penglihatan yang berkurang hingga keburaan. Bausch mengatakan efek jangka panjang dari keluhan ini sangat fatal. Para penyintas bisa saja mengalami depresi, stres pasca trauma, hingga dikucilkan dari masyarakat.

Dijelaskan Bausch bahwa keluhan ini sudah diketahui sejak pertama kali wabah Ebola muncul pada tahun 1976. Namun kala itu wabah tidak terlalu besar, sehingga jumlah penyintas yang terdata juga tidak terlalu banyak dan menyulitkan para peneliti melakukan penelitian.

Sakit kepala dan nyeri sendi memang keluhan paling umum yang dirasakan para penyintas, dan sudah diketahui pula sejak tahun 1976. Namun keluhan yang berhubungan dengan mata seperti penglihatan yang berkurang hingga kebutaan baru terjadi pada wabah kali ini.

Baca juga: Penjelasan Dokter Terkait Penyakit Baru yang Banyak Bermunculan

Peneliti berpendapat bahwa hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh virus yang masih tertinggal di daerah mata. Dibutuhkan waktu beberapa bulan agar virus benar-benar menghilang dari tubuh setelah mendapat pengobatan.

Seperti diketahui, masa inkubasi virus Ebola dalam tubuh adalah 21 hari. Virus biasanya bermukin di cairan tubuh seperti keringat, urin, muntah, termasuk sperma. Bahkan dalam sperma virus mampu bertahan hingga beberapa bulan. (mrs/up)

Berita Terkait