Dijelaskan dr Radityo Anugrah SpKK dari Bamed Skin Care, ketika air liur tertumpuk di sudut bibir dan terjadi kontak dengan jamur atau bakteri, dalam kondisi imunitas tubuh yang menurun, maka bisa terjadi angular cheilitis.
"Makanya, penyebab utamanya pastinya ada di individu itu sendiri. Misalnya si individu kekurangan gizi seperti vitamin B dan zat besi. Kalau kekurangan vitamin B, imunitas tubuh menurun. Nah, saat kontak dengan jamur, akan mudah terjadi infeksi," jelas dr Radit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angular cheilitis itu kan sebetulanya pemicu utamanya ludah ya, jadi ketika ludah itu berkumpul dan kontak dengan virus, jamur, atau bakteri, ya muncul peradangan. Kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa memicu tertumpuknya ludah di sudut bibir," lanjut dr Radit dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (22/10/2015).
Baca juga: Kenali Angular Cheilitis, Pecah-pecah di Sudut Bibir yang Terasa Perih
Kebiasaan lain yang bisa memicu penumpukan ludah yakni flossing berlebihan. dr Radit mengatakan, karakteristik sebagian besar masyarakat Indonesia yakni jarang flossing tapi sekali melakukannya, sering berlebihan. Akibatnya, ketika terjadi penumpukan air liur di ujung bibir, dibarengi imunitas yang rendah, maka bisa terjadi infeksi yang berujung pada bibir berengan.
"Udara kering juga bisa. Kalau di negara luar, musim dingin itu bisa membuat bibir kering. Tapi, jika memang imunitas baik, penumpukan air liur di sudut bibir belum tentu juga memicu angular cheilitis. Untuk itu, penting perhatikan asupan yang dikonsumsi supaya imunitas tubuh baik," pungkas dr Radit.
Baca juga: Kesehatan Seseorang Juga Bisa Tercermin dari Kondisi Air Liurnya
(rdn/up)











































