Jumat, 27 Nov 2015 09:32 WIB

Kalau Begini Kondisinya, Kesepian Benar-benar Bisa Jadi Penyakit Lho

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock
Chicago - Dijauhi teman, tak kunjung mendapat pasangan, atau ditinggal orang tua ke luar kota kerap memicu perasaan kesepian. Namun sebuah studi terbaru mengungkap ini bukan sekadar perasaan biasa lho.

Gagasan untuk meneliti tentang dampak kesepian terhadap tubuh secara biologis ini berawal dari studi yang dilakukan ketua tim peneliti, John T Cacioppo, profesor psikologi dari University of Chicago, satu tahun sebelumnya.

Cacioppo menemukan lansia yang merasakan kesepian kronis berisiko 14 persen lebih besar untuk mengalami kematian dini. Dari situ timnya dan sejumlah peneliti lain dari UCLA dan California National Primate Research Center, University of California, Davis mencoba melakukan pengamatan untuk menemukan jawabannya.
 
Mereka lantas melibatkan 141 partisipan berumur 50-68 tahun, dan mengambil sampel darah dan urine dari mereka. Kedua sampel itu digunakan untuk mengukur kadar hormon stres dan ekspresi gen yang ada pada leukosit, atau sel imun yang membantu melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus.

Baca juga: Hati-hati, Terlalu Lama Sendiri Bisa Bikin Nafsu Makan Jadi Lebih Besar

Meski tak diketahui bagaimana cara peneliti menghitungnya, yang pasti peneliti dapat menentukan bahwa 26 persen dari mereka dikategorikan mengalami kesepian kronis.

Ternyata, pada individu-individu yang merasa sendiri ini, peneliti melihat adanya peningkatan ekspresi gen, terutama yang bertugas merespons peradangan. Sebaliknya, gen yang bertanggung jawab memberikan respons antivirus justru mengalami penurunan.

Bahkan ketika dibandingkan dengan ekspresi gen pada kera jenis rhesus macaque (Macaca mulatta) yang dikenal sangat pandai bersosialisasi, hal senada juga ditemukan.

Kera yang kesepian atau terisolir secara sosial memperlihatkan ekspresi gen yang sama dengan manusia yang kesepian. Mereka juga dilaporkan mengalami peningkatan kadar neurotransmitter norepinephrine yang selama ini diketahui bertugas merespons stres.

"Perasaan sepi ini terbukti mendorong munculnya sinyal semacam stres, yang pasti akan berpengaruh terhadap produksi sel-sel darah putih," jelas Cacioppo.

Ini artinya orang-orang yang kesepian memiliki respons kekebalan yang kurang efektif sehingga mereka lebih rentan terserang penyakit. Demikian seperti dikutip dari Medical News Today, Jumat (27/11/2015).
 
Baca juga: Anda Kesepian? Diri Sendiri Bisa Mengatasinya Lho

(lll/vit)