Sabtu, 19 Des 2015 08:19 WIB

Lawan Penyakit, Ilmuwan Ingin Perbanyak Rekayasa Genetik Serangga

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Mulai dari nyamuk yang dibuat mandul lalu ngengat yang hanya bisa menghasilkan keturunan laki-laki, dua binatang tersebut adalah kreasi dari ilmuwan yang telah melakukan upaya rekayasa genetik. Nyamuk misalnya sengaja dibuat untuk menghentikan penyebaran penyakit demam berdarah dan malaria dengan cara menurunkan angka populasinya.

Oleh karena itu para ilmuwan di Inggris berharap bahwa peraturan internasional yang menyulitkan bisa diubah sehingga potensi rekayasa genetik serangga bisa digarap lebih jauh. Terbukti sejak nyamuk mandul dikenalkan di Brazil, kasus penyakit demam berdarah bisa berkurang sampai 90 persen.

Baca juga: Ilmuwan AS Kecam Praktik Rekayasa Genetik Pada Embrio Manusia

"Tapi perkembangan serangga rekaya genetik terhambat karena peraturan dari Uni Eropa yang tak mendukung," ujar Parlemen Sains dan Teknologi Inggris seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (19/12/2015).

Salah satu anggota parlemen, John Palmer, mengatakan masyarakat tak perlu takut terhadap kegiatan rekayasa genetik karena serangga akan dites keamanannya. Diakui bahwa memang binatang atau tumbuhan rekayasa genetik sering kali menarik kewaspadaan orang-orang.

Namun Palmer mengatakan ada beberapa keuntungan dalam pengendalian penyakit dengan rekayasa genetik. Pertama untuk mengendalikan vektor penyakit maka tak akan dibutuhkan lagi pestisida yang bisa mencemari lingkungan dan hewan lain juga tak akan terpengaruh.

"Meski mesti kita akui bahwa rekayasa genetik bukan lah peluru ajaib untuk mengalahkan semua masalah penyakit dan masalah ketahanan pangan, ia bisa jadi tambahan senjata kita," tutup Palmer.

Baca juga: Ciptakan Nyamuk Mutan Mandul, Ilmuwan Harap Kasus Malaria Bisa Ditekan (rdn/vit)