Jumat, 08 Jan 2016 17:00 WIB

Agar Tak Terjerumus Hoax Sesat, Ini Cara Jadi Pasien Cerdas

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Ketika informasi yang tak terhingga datang membanjiri di era digital ini, masyarakat harus lebih cerdas memilah informasi.

Lewat bantuan internet seseorang kini bisa dengan mudah mencari informasi terkait penyakit tertentu, gejalanya, dan juga obat-obatnya. Tapi yang perlu diketahui adalah tak semua informasi tersebut benar, apalagi kerap beredar info yang tak jelas sumbernya.

Kabar hoax yang beredar dan salah dipahami bisa jadi bumerang karena bukannya sehat yang didapat tapi penyakit makin parah. Bila sudah demikian baru biasanya orang-orang konsultasi ke dokter. Dengan kondisi dari suatu penyakit yang lanjut, progres untuk sembuh tentu juga lebih panjang bahkan sulit.

"Sekarang ini sudah era digital komunikasi mudah. Menurut saya masyarakat sudah lebih pandai, oleh karena itu sebaiknya masyarakat tanyakan ke sumber yang tepat," kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, di Gedung Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Baca juga: Kenali, Pesan-pesan Broadcast Menyesatkan yang Sering Beredar (1)

Sebagai contoh masyarakat bisa menghubungi Halo Kemkes di 500567 bila muncul isu-isu kesehatan yang mengkhawatirkan. Apabila ada gejala yang mungkin jadi tanda suatu penyakit maka hubungi dokter untuk meminta penjelasan.

Banyak penyakit memiliki gejala yang sama dan sudah tugas dokter untuk mendiagnosisnya dengan tepat. Mencari informasi sendiri belum tentu akan membuahkan hasil yang benar.

"Langsung tanya daripada harus ke kiri ke kanan, katanya-katanya. Kalau nggak bisa menelepon, lewat email itu juga ada," pungkas dr Lily dalam acara peluncuran buku Prasasti Puskom Publik.

Baca juga: Kenali, Pesan-pesan Broadcast Menyesatkan yang Sering Beredar (2)

(fds/vit)