Jumat, 15 Jan 2016 19:18 WIB

Waspadai Jika Tahi Lalat Membesar dan Berdarah

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Tahi lalat dikenal sebagai pemanis wajah. Namun hati-hati, jika bentuk tahi lalat berubah bisa jadi merupakan gejala kanker kulit.

dr Afrimal Syafarudin, SpB(K)Onk, dari RSU Bunda Menteng mengatakan ada dua gejala utama yang menunjukkan tahi lalat berubah menjadi ganas dan berbahaya. Pertama ukuran tahi lalat yang berubah, dan kedua munculnya pendarahan tanpa manipulasi.

"Jadi tadinya biasa, bulat dan berwarna hitam, tapi tahu-tahu melebar dan menonjol, disertai pendarahan spontan tanpa digaruk, itu bisa menunjukkan adanya keganasan," tutur dr Afrimal, dalam temu media di RSU Bunda, Menteng, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2016).

Jika sudah berubah seperti itu biasanya kulit di sekitar tahi lalat akan mengelupas dan terkoyak dengan sendirinya. Gejala ini biasanya tidak disertai dengan rasa sakit, namun akan terlihat dengan jelas.

Baca juga: Bisa Jadi Tanda Bahaya, Yuk Kenali Tahi Lalat Anda

"Yang sebelumnya ada bulu-bulunya jadi rontok, lalu menggaung gitu. Nah ini sudah harus dicurigai secara klinis," tambahnya lagi.

Tak semua gejala kanker kulit membuat tahi lalat menjadi menonjol. Pada tahi lalat yang lebar dan tipis, gejala yang umum terlihat adalah perubahan warna.

Warna tahi lalat yang sebelumnya hitam akan berubah menjadi lebih pucat. Pelebaran tahi lalat akan semakin tampak dan sangat berbahaya jika tak ditangani. Lalu, apakah harus segera dibawa ke dokter?

"Walaupun dia tipis dan ga lebar, tapi kalau sudah membesar harus segera diperiksa. Kalau ukurannya sudah di atas 5 atau 6 milimeter itu pertanda kuat gejala kanker kulit," pungkasnya.

Baca juga: Ingin Hilangkan Tahi Lalat? Ini yang Perlu Diperhatikan (mrs/vit)