Ada Insentif Bagi Pria-pria di Karanganyar yang Jalani Vasektomi

Ada Insentif Bagi Pria-pria di Karanganyar yang Jalani Vasektomi

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Minggu, 24 Jan 2016 10:03 WIB
Ada Insentif Bagi Pria-pria di Karanganyar yang Jalani Vasektomi
Karanganyar menoreh prestasi dalam kegiatan KB (Foto: Rahma Lillahi S)
Karanganyar - Tahun lalu, Karanganyar sebagai perwakilan Jawa Tengah, menjuarai Lomba Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Tingkat Nasional dengan mengungguli Banten dan Lampung. Hal ini diamini Any Indrihastuti, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Karanganyar.

Ia mengatakan, jumlah pengguna KB MKJP di wilayah kerjanya mengalami peningkatan setelah diadvokasi lewat program Advance Family Planning (AFP). Dari yang semula hanya 30,44 persen naik menjadi 34,18 persen, dengan rincian: IUD (43,59 persen); MOP/Metode Operasi Pria (1,59 persen); MOW/Metode Operasi Wanita (29,59 persen) dan implan (25,23 persen).

Menariknya, kini pemerintah Karanganyar sedang giat-giatnya mendorong para pria untuk ikut berperan dengan sukarela melakukan KB jangka panjang, yaitu MOP (vasektomi). Diakui Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dahulu vasektomi dianggap sebagai hal yang tabu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun karena menurutnya ini penting untuk menciptakan generasi berkualitas, ia rela merogoh kocek sendiri untuk mendorong warganya melakukan MOP. Sekitar pertengahan tahun 2015, Juliyatmono mulai berinisiatif memberikan insentif kepada warganya yang menjalani MOP secara sukarela.

"Awalnya saya kasih Rp 3-5 juta untuk modal usaha. Langsung dari uang saya sendiri asalkan dia bisa menunjukkan bukti bahwa sudah di-MOP," kata Juliyatmono di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (22/1/2016).

Rupanya cara ini sangat efektif. Bahkan beberapa saat setelah disosialisasikan, banyak warganya yang berduyun-duyun untuk vasektomi. "Karena membengkak jumlahnya, akhirnya saya anggarkan di APBD," lanjutnya.

Baca juga: Sukses Gelorakan KB, Karanganyar Jadi Tujuan Studi Banding

Any menambahkan insentif ini akan mulai diambilkan dari APBD pada tahun 2016. Rencananya selepas operasi, warga akan mendapat stimulasi sebanyak Rp 1,5 juta.

"Tahun kemarin sudah 30 orang. Di bulan ini saja sudah dapat 24 orang. Setelah bupati sosialisasi, sekarang kita sampai kewalahan melayani karena dokternya juga cuma satu. Dulu di Puskesmas Gondangrejo, sekarang dia pindah ke Puskesmas Kebakkramat," timpal Ahmad Herry Pranoto, Kepala Bidang Keluarga Berencana BP3AKB Karanganyar kepada detikHealth dalam kesempatan terpisah.

Akan tetapi Herry memastikan, sistem yang digunakan untuk memperoleh insentif tersebut adalah melalui klaim, sebab insentif ini termasuk ke dalam bantuan sosial.

"Jadi dia dilayani dulu, kemudian mendapat surat keterangan dari dokter. Lalu ketika mau diklaim, syaratnya nanti bawa KK, KTP dan bukti dia melakukan MOP itu," terangnya.

Diakui Herry, Juliyatmono memang dikenal memiliki latar belakang yang pro terhadap KB. Bahkan ia kerap berbicara tentang KB dalam berbagai kesempatan, bahkan yang informal sekalipun seperti saat diminta memberikan petuah dalam resepsi pernikahan.

"Dia dulu pernah juara lomba pidato KB tingkat kabupaten, jadi pemahaman soal KB-nya bagus. Suka ngajak-ngajak KB juga," imbuhnya.

Sebagai bentuk komitmennya yang lain, Juliyatmono juga memperbarui gedung BP3AKB Karanganyar. Ia juga mengeluarkan surat edaran kepada setiap SKPD yang ada di Karanganyar untuk selalu mengumandangkan Mars KB sebelum apel pagi.

Baca juga: Kunci Utama Keberhasilan KB di Karanganyar Ada di Sini

(lll/vit)

Berita Terkait