Minggu, 24 Jan 2016 11:03 WIB

Hati-hati, Tambal Gigi yang Mengandung Merkuri Bahayakan Pasien dan Dokter

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Kandungan merkuri yang tinggi pada tambal gigi amalgam tak hanya bahayakan pasien. Dokter gigi yang menanganinya juga terancam paparan merkuri.

Ir Yuyun Ismawati, MSc(Oxon), Senior Advisor dari BaliFokus Foundation, mengatakan sejumlah publikasi membuktikan bahaya merkuri pada tambal gigi amalgam tak hanya berbahaya bagi pasien, namun juga dokter gigi yang melakukan tindakan tersebut. Salah satu bahayanya adalah peningkatan gangguan kesuburan.

"Penelitian di Amerika Serikat menyebut dokter gigi 7,6 kali lebih mungkin mengalami masalah neurologis. Ada juga yang meneliti soal gangguan kesuburan, di mana perawat yang menangani tambal amalgam peluang kehamilan hanya 63 persen, lebih kecil dibanding yang tidak menangani amalgam di angka 95 persen," tutur Yuyun.

Baca juga: Waspada Bahaya Amalgam, Tambalan Gigi yang Tinggi Kandungan Merkuri

Yuyun merupakan salah satu pembicara dalam seminar 'Mengapa Kita Harus Mendorong Sektor Kesehatan Gigi Bebas Merkuri (Mercury-Free Dentistry)?' di Hotel Ibis Tamarin, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2016).

drg Bobby Gunadi, praktisi dari klinik gigi Smile Studio menyebut risiko paparan paling besar kemungkinan terjadi saat pelepasan atau removal tambal gigi amalgam pasien. Sebabnya, pelepasan tambal gigi tak bisa dilakukan sembarangan.

Pada kasus tambal gigi amalgam, pelepasan harus dilakukan dengan menggunakan peralatan bor gigi khusus. Pelepasan dilakukan secara perlahan agar debris atau pecahan amalgam tak malah masuk ke tubuh pasien.

"Pada saat mengebor itu kan dokter giginya pasti kena paparan merkuri, makanya bahayanya ke kedua belah pihak, pasien juga, dokter juga," ungkapnya.

Oleh karena itu kampanye atau sosialisasi terkait penggunaan amalgam harus lebih ditingkatkan. Sosialisasi tak hanya dilakukan kepada masyarakat sebagai pasien, namun juga dokter gigi.

"Minimal kita pikirnya supaya kita nggak kena bahayalah. Kalau sudah begitu kan pasti kita nggak akan pakai lagi amalgam itu," katanya.

Baca juga: Amalgam, Tambal Gigi Bermerkuri yang Pernah Populer

(mrs/vit)