Disetrum Taser, Otak Bisa Kehilangan Ingatan Sementara

Disetrum Taser, Otak Bisa Kehilangan Ingatan Sementara

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Rabu, 10 Feb 2016 10:04 WIB
Disetrum Taser, Otak Bisa Kehilangan Ingatan Sementara
Foto: thinkstock
Jakarta - Taser, pistol setrum yang biasa digunakan polisi di luar negeri tak hanya bisa membuat seseorang kehilangan kesadaran. Sebuah studi dari Amerika menyebut disetrum taser bisa membuat seseorang kehilangan ingatan sementara.

Kehilangan ingatan untuk sementara atau biasa disebut sebagai temporary dementia merujuk pada kondisi di mana fungsi kognitif otak untuk menyimpan memori terganggu. Meski hanya sementara, peneliti khawatir hal ini bisa memiliki efek jangka panjang.

Dr Robert J. Kane dari Criminology and Justice Studies Department, Drexel College of Arts and Sciences, melakukan penelitian kepada 142 orang. Mereka disetrum taser lalu dites fungsi kognitif otaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Minum Air Hujan Setrum Bikin Sehat? Dokter: Mungkin karena Kurang Minum

Menggunakan metode Hopkins Verbal Learning Test (HVLT) para partisipan diminta untuk mengingat urutan kata yang diucapkan. Sebelum disetrum, hasil tes partisipan berada di angka 26, menandakan adanya fungsi memori yang  baik.

Hanya saja setelah disetrum, angka ini turun hingga di bawah 20, setara dengan fungsi kognitif lansia berusia 79 tahun. Selain itu, mereka juga mengalami penurunan konsentrasi, peningkatan kecemasan dan rasa lelah.

"Disetrum juga memiliki efek traumatik bagi sebagian partisipan. Bahkan ada yang merasa emosionalnya terganggu setelah mengikuti penelitian ini," ungkap Dr Kane dalam keterangan tertulis, dikutip dari Medical Daily, Rabu (10/2/2016).

Dr Kane juga mempertanyakan apakah taser masih bisa dikategorikan aman digunakan oleh petugas kepolisian. Memang taser tidak akan menyebabkan orang meninggal, namun penelitian ini membuktikan orang yang disetrum bisa saja memberikan keterangan yang tidak benar.

"Jika seseorang yang diduga melakukan kejahatan dan disetrum dengan taser lalu bersaksi di pengadilan, bagaimana mungkin ia bisa memberikan keterangan yang benar dan valid?" ungkapnya.

Baca juga: Kontrol Emosi Rendah Picu Orang Berpendidikan Baik Bisa Jadi Pembunuh (mrs/vit)

Berita Terkait