Kondisi ini mendorong sebuah perusahaan dari Denmark bernama Motility Count untuk mengembangkan home testing kit atau alat tes yang bisa digunakan sendiri di rumah, untuk menghitung kualitas dan kuantitas sperma pria. Namanya SwimCount.
Alat serupa sebenarnya sudah ada, namun kemampuan mereka hanya sebatas menghitung jumlah sperma yang dimiliki pria, bukan kualitasnya, sehingga tingkat kesuburan pria sulit ditentukan hanya dengan alat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas sampel didiamkan selama 30 menit, kemudian diaduk dengan jarum suntik sebanyak 10 kali. Dengan jarum yang sama, cairan sperma yang sudah diaduk tadi diambil sebanyak 0,5 ml dan dimasukkan ke dalam SwimCount.
Hanya dalam 30 menit, alat itu akan memperlihatkan perubahan warna sebagai indikasi apakah sperma yang bersangkutan berada di atas atau bawah standar kualitas dan kuantitas sperma normal dari WHO.
Baca juga: Pertanyaan Ini Bisa Tunjukkan Apakah Anda Kekurangan Testosteron atau Tidak
Lantas apa keunggulannya? "Dibandingkan yang lain, alat ini memberikan gambaran sperma dengan motilitas (kemampuan berenang) yang bagus atau tidak, jadi bukan hanya jumlahnya saja," ungkap Dr John Rees dari JRBiomedical yang memasarkan alat ini di Inggris seperti dilaporkan Daily Post.
"Ketika mendengar perusahaan Denmark itu mengembangkan alat ini di tahun 2014, saya langsung tertarik dan mengunjungi pabriknya di Kopenhagen tahun lalu," kisah Rees.
Ia pun lantas membawa produk inovatif tersebut ke Inggris dan mendaftarkannya kepada otoritas setempat sebagai alat kesehatan. Dari situ perusahaannya, JRBiomedical ditunjuk sebagai distributor SwimCount di Inggris dan sekitarnya. Produk ini diyakini sebagai alat tes sperma rumahan pertama di dunia.
Untuk sementara, SwimCount baru bisa didapatkan lewat situs daring JRBiomedical yang berbasis di North Wales tersebut, dengan harga 39.99 poundsterling atau berkisar Rp 779.000,-
Baca juga: Tes Sperma Bagi Pria Sebelum Menikah, Perlu atau Tidak?
Standar WHO untuk kualitas sperma yang normal adalah 5 juta sperma dengan motilitas tinggi untuk tiap mililiter. Jumlah sperma yang rendah atau kualitas sperma yang buruk selama ini dikenal sebagai pemicu infertilitas atau kemandulan pada 20 persen pasangan dengan gangguan kesuburan di Inggris.
(lll/vit)











































