Jumat, 19 Feb 2016 11:41 WIB

Glaukoma si Pencuri Penglihatan

Riwayat Genetik Tingkatkan Risiko Glaukoma Primer

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Glaukoma bisa mencuri penglihatan siapa saja secara diam-diam. Namun pakar mengatakan riwayat genetik glaukoma pada keluarga bisa meningkatkan risiko.

dr Emma Rusmayani, SpM dari Jakarta Eye Center Kedoya mengatakan pada glaukoma primer, genetik menjadi faktor risiko paling umum. Seseorang yang memiliki orang tua pengidap glaukoma berisiko 20 persen terserang penyakit ini.

"Kalau orang tuanya glaukoma, risiko anaknya 20 persen. Tapi kalau yang glaukoma saudara kandung, risikonya lebih tinggi hingga 40 persen," tutur dr Emma, dalam perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mengenal Glaukoma, si Pencuri Penglihatan yang Tak Bergejala

Faktor risiko lain glaukoma adalah memiliki penyakit diabetes dan hipertensi. Dua penyakit ini rentan meningkatkan tekanan pada bola mata yang bisa berujung pada glaukoma.

Meski begitu, dr Emma mengatakan glaukoma bisa menyerang siapa saja. Sebabnya, tekanan pada bola mata seseorang bisa berubah naik atau turun tanpa disadari. Seseorang yang tak memiliki faktor risiko bisa saja terserang glaukoma karena tidak melakukan penanganan tekanan bola mata.

"Jadi seringnya itu yang sudah berusia 40 tahun ke atas periksa ke dokter mata, ingin ganti kacamata atau periksa minus dan plusnya. Tapi pemeriksaan di JEC juga termasuk pemeriksaan tekanan bola mata. Jadinya ketika periksa eh ketahuan dia ada glaukoma," terang dr Emma lagi.

Jika seseorang sudah didiagnosis mengidap glaukoma, maka pengobatan harus segera dilakukan. Hal ini dilakukan agar penyakit tak semakin parah, dan yang terpenting untuk mencegah kebuataan.

"Berapa lama bisa sampai buta? Ini tergantung kondisi keparahannya. Kalau sudah parah nggak sampai hitungan bulan sudah bisa buta kalau tidak diberi pengobatan," pungkasnya.

Baca juga: Diam-diam Curi Penglihatan, Apa Penyebab Glaukoma? (mrs/vit)