Kamis, 25 Feb 2016 16:03 WIB

CDC Curigai Penularan Zika Lewat Seks Tak Selangka yang Dibayangkan

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Reuters
Jakarta - Penularan virus Zika lewat seks tadinya dianggap sebagai sesuatu kejadian yang jarang karena hanya sedikit dilaporkan seperti misalnya kasus pada tahun 2011 di Colorado dan belakangan 2016 di Texas. Namun di luar hal tersebut Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) kini mulai curiga bahwa penularan virus lewat seks mungkin tak sejarang yang dipikirkan setelah menerima 14 laporan baru.

Dua di antara 14 kasus terduga, kejadian infeksi telah dikonfirmasi ada pada wanita yang faktor risikonya hanya hubungan seks. Mereka terinfeksi Zika setelah pasangannya bepergian ke negara-negara yang diketahui sedang wabah.

"Kami masih berpikir bahwa transmisi lewat nyamuk tetap rute yang paling umum. Namun kami juga ingin agar masyarakat mulai sadar bahwa transmisi seksual juga berisiko," kata Jennifer McQuiston, deputi manajer CDC untuk Zika seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (25/2/2016).

Baca juga: Riset Keterkaitan Zika dengan Kecacatan Lahir Diharap Rampung pada Mei

Studi sebelumnya telah melaporkan bahwa virus memang mampu 'mendekam' dalam sperma seorang pasien dan bertahan sangat lama. Hal ini terungkap setelah peneliti menemukan virus pada sperma seorang pria asal Inggris setelah dua bulan terinfeksi virus Zika.

Semua laporan kasus dugaan infeksi Zika lewat seks terjadi di wilayah Amerika Serikat. Sejauh ini tak ada laporan yang menyebut bahwa penularan terjadi dari wanita ke pria.

Untuk saat ini CDC hanya menyarankan agar wanita hamil selalu berhubungan seks dengan memakai kondom. Bila dimungkinkan bahkan sebaiknya berpuasa dulu sampai kehamilan usai.

"Bagi beberapa orang mungkin hal ini terdengar ekstrem, tapi pada kenyataannya adalah kami tak punya data yang baik untuk bisa menentukan berapa lama virus bisa hidup di air mani," tutup McQuiston.

Baca juga: Butuh Banyak Penelitian, Virus Zika Masih Penuh Misteri (fds/up)