Studi: Aplikasi Pengukur Tekanan Darah di Smartphone Terbukti Tidak Akurat

Studi: Aplikasi Pengukur Tekanan Darah di Smartphone Terbukti Tidak Akurat

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 03 Mar 2016 11:07 WIB
Studi: Aplikasi Pengukur Tekanan Darah di Smartphone Terbukti Tidak Akurat
Foto: thinkstock
Jakarta - Sebuah aplikasi berbayar di Smartphone dinyatakan berbahaya oleh kalangan ilmuwan. Aplikasi tersebut gagal mengukur tekanan darah dengan akurat dan memberikan risiko lebih pada pasien hipertensi.

Studi yang dilakukan oleh Dr Timothy Plante dari Johns Hopkins University, Baltimore, mengukur keakuratan pengukuran tekanan darah melalui aplikasi Instant Blood Pressure buatan AuraLife. Hasilnya, 4 dari 5 pasien hipertensi mendapat hasil pengukuran normal, yang bisa membuat mereka berada dalam bahaya.

"Hipertensi dikenal sebagai silent killer dan seringkali tak bergejala. Jika pasien hipertensi mendapat pengukuran yang salah mereka berisiko mengalami komplikasi serius seperti sakit jantung, ginjal atau stroke," tutur Plante, dikutip dari Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Ingat, Pemeriksaan Tensi Mandiri Tak Bisa Jadi Acuan Hentikan Pengobatan

Studi dilakukan kepada 85 orang dengan sebagian di antaranya pengidap hipertensi. Tekanan darah mereka diukur 2 kali sehari menggunakan aplikasi dan dibandingkan dengan hasil tekanan darah menggunakan cara tradisional.

Ditemukan terdapat perbedaan 12,4 mmHd pada tekanan darah sistolik (atas) dan 10,1 mmHg untuk tekanan darah diastolik (bawah). Aplikasi juga cenderung melakukan pengukuran berlebih pada darah rendah, dan pengukuran lebih rendah pada darah tinggi.

Dr Beverly Green dari Group Health Researcg Institute, Seattle, mengatakan tekanan darah sulit diukur dengan aplikasi tanpa bantuan manset yang mencengkeram lengan atas. Manset berguna untuk memberikan tekanan pada pembuluh darah arteri dan menghasilkan pengukuran yang tepat.

"Fungsi manset adalah menekan pembuluh darah arteri sehingga tekanan darah yang digunakan jantung untuk memompa darah dan tekanan selama jantung beristirahat dapat diukur dengan baik," paparnya.

Ryan Archdeacon, CEO dan co-founder AuraLife yang menjual Instant Blood Pressure, mengatakan aplikasi yang dijual oleh perusahaannya bukan merupakan alat kesehatan. Sehingga hasilnya tak bisa dijadikan acuan untuk mendiagnosis penyakit, termasuk hipertensi.

"Instant blood pressure tidak bisa mengukur tekanan darah lebih dari 158 mmHg untuk tekanan sistolik dan 99 mmHf untuk tekanan diastolik. Aplikasi ini dibuat untuk mengetahui tekanan darah ketika beristirahat dan bukan sebagai alat diagnosis," ungkapnya.

Baca juga: Ingin Ukur Tekanan Darah di Rumah? Bisa, Begini Cara Tepat Melakukannya (mrs/vit)

Berita Terkait