Penelitian terbaru dari University of Buffalo, New York mengungkap, lidah dan tonsil yang besar dapat mengakibatkan munculnya risiko obstructive sleep apnea yang ditandai dengan kebiasaan mendengkur karena gangguan pernapasan yang terjadi saat terlelap.
Untungnya, studi yang sama juga mengatakan, dokter gigi bisa jadi orang pertama yang dapat memastikan hal ini. Sebab bila seseorang memiliki tonsil dan lekukan lidah yang lebih besar dari umumnya maka akan ditemukan bekas tumpukan dengan gigi di sepanjang lidah yang mengindikasikan bahwa lidahnya terlalu besar untuk mulut yang bersangkutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barulah, lanjut Al-Jewair, dokter gigi dapat merujuk si pasien ke dokter spesialis tidur agar sleep apneanya dapat teratasi.
Baca juga: Makanan Tinggi Lemak Bisa Ubah Rasa di Lidah dan Dorong Makan Berlebih
Al-Jewair yang juga seorang peneliti ortodonti sudah melakukan percobaan dengan mengamati 200 pasien. Masing-masing pasien tak hanya dilihat ukuran lidah, tonsil, dan uvulanya (jaringan di belakang tenggorokan). Mereka juga diamati berat badannya, lingkar leher, serta tekanan darahnya.
Hasilnya, 23 persen partisipan memang berisiko mengalami sleep apnea karena ukuran lidahnya. Secara mengejutkan, 80 persen di antaranya adalah laki-laki.
Banyak pakar sepakat sleep apnea memang lebih banyak ditemukan pada pria, terutama yang merokok atau kelebihan berat badan. Tak heran bila pria lebih sering mendengkur saat tidur ketimbang lawan jenisnya.
Baca juga: Gemuk dan Lingkar Leher Lebih dari 43 Cm, Risiko Sleep Apnea Meningkat
(lll/up)











































