Rabu, 30 Mar 2016 11:40 WIB

Anggap Ebola Sudah Terkontrol, WHO Cabut Status Kondisi Darurat Global

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Pada Selasa (29/3/2016), World Health Organization (WHO) resmi mengumumkan berakhirnya kondisi darurat dunia untuk wabah virus Ebola di Afrika Barat yang telah berlangsung selama 20 bulan. Ini artinya virus dianggap sudah tak berpotensi mengancam lagi bagi negara-negara di luar Afrika Barat.

Direktur Jenderal WHO Margaret Chan juga menerima rekomendasi dari komite independen yang beranggotakan para ahli untuk mengangkat larangan bepergian dan berdagang untuk negara Guinea, Liberia, dan Sierra Leone. Ketiganya adalah negara yang terkena dampak paling buruk pada puncak wabah Ebola.

Baca juga: Peneliti Ungkap Tipe Virus yang Berpotensi Picu Wabah

"Wabah Ebola di Afrika Barat sudah bukan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC -red)," kata Chan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/3/2016).

"Tapi tingkat kewaspadaan dan kapasitas respon yang tinggi perlu dijaga untuk memastikan negara-negara mampu mencegah infeksi Ebola lewat pendeteksian dini terhadap kejadian yang mungkin muncul di masa depan," lanjut Chan.

Virus Ebola sejak pertama kali membuat kehebohan global di tahun 2014 diperkirakan telah membunuh sekitar 11.300 jiwa. WHO mendapat kritikan hebat karena dianggap lamban bertindak untuk virus yang sudah terlihat tanda kemunculannya tahun 2013.

Kondisi saat ini disebutkan bahwa reaksi berantai penularan Ebola yang terjadi luas sudah selesai. Hanya saja memang pada beberapa tempat masih ada kasus baru karena terjadi reintroduksi virus.

Baca juga: WHO Dinilai Tak Mampu Tangani Keadaan Darurat Global (fds/up)