Sabtu, 02 Apr 2016 14:36 WIB

Ini Alasan KKI Tolak Pembukaan Fakultas Kedokteran Baru

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
(ilustrasi fakultas kedokteran) Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menolak pembukaan fakultas kedokteran baru oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Apa alasannya?

Prof dr Dr Bambang Suprayitno, SpA(K), Ketua KKI mengatakan membuka fakultas kedokteran baru memang wewenang Kemenristekdikti. Namun sebagai pemangku kebijakan, Kemenristekdikti seharusnya bisa melihat efek dari kebijakan yang diambil di masa depan.

"Saat ini ada 75 fakultas kedokteran di Indonesia. Setiap tahunnya, ada 30-50 persen mahasiswa kedokteran yang lulus. Tentu saja sisanya ini harus menunggu untuk lulus juga kan? Makanya sebaiknya dibina dulu fakultas kedokteran yang ada sekarang supaya persentase kelulusan semakin tinggi," tutur Prof Bambang, dalam konferensi pers di Kantor KKI, Jl Teuku Cik Ditiro, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2016).

Baca juga: Sejumlah Asosiasi Dokter Tolak Pembukaan 8 Fakultas Kedokteran Baru

Data yang dimiliki KKI mengatakan kurang lebih 7.000 mahasiswa kedokteran lulus setiap tahunnya. Sisanya kurang lebih 1.200 - 2.000 mahasiswa kedokteran tertunda kelulusannya.

Prof Oetama Marsis, SpOG, ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) mengatakan sejatinya kebutuhan dokter umum atau dokter layanan primer di Indonesia sudah tercukupi. Jumlah dokter umum saat ini berada di angka kurang lebih 110.000 orang.

"Rasio idealnya itu 40 dokter per 100.000. Sementara berdasarkan data tahun 2015 kita sudah terpenuhi di 40,5 per 100.000 penduduk," ungkap Prof Marsis.

Ia juga menambahkan saat ini, variasi tingkat kelulusan uji kompetensi profesi dokter secara nasional sangat luas. Paling rendah di angka 20 persen dan paling tinggi 97 persen. Luasnya variasi ini tentunya mengindikasikan tidak meratanya kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia.

Untuk itu, membina dan meningkatkan kualitas fakultas kedokteran yang ada lebih penting daripada membuka fakultas kedokteran baru. Sehingga, mahasiswa kedokteran yang kelulusannya tertahan bisa berkurang dan menghindari terjadinya penumpukan.

"Jadi ke hulu dulu penyelesaiannya. Skema pendidikan dan mutu harus ditingkatkan," pungkasnya.

Baca juga: Sejumlah Asosiasi Dokter Tolak Pembukaan 8 Fakultas Kedokteran Baru

(mrs/vit)