Puncak Hari Kesehatan Dunia, Menkes Senam Bersama di BSD

Puncak Hari Kesehatan Dunia, Menkes Senam Bersama di BSD

Firdaus Anwar - detikHealth
Minggu, 10 Apr 2016 11:08 WIB
Puncak Hari Kesehatan Dunia, Menkes Senam Bersama di BSD
Foto: Firdaus Anwar
Tangerang Selatan - Minggu pukul setengah 7 pagi di Pasar Modern, Bumi Serpong Damai (BSD), Banten, jajaran Kementerian Kesehatan melakukan senam bersama ratusan warga lainnya dalam rangka Hari Kesehatan Sedunia. Tema peringatan tahun ini terkait pencegahan diabetes dan olahraga menjadi aktivitas yang dipilih karena bisa mencegah salah satu faktornya yaitu obesitas.

Seperti yang telah ditemukan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 bahwa ada prevalensi 13,5% masyarakat Indonesia punya berat badan berlebih dan prevalensi 15,4% untuk obesitas. Hal ini kemudian membuat pengidap diabetes di Indonesia ada sekitar 10 juta jiwa, ke-4 terbesar di dunia, seperti diperkirakan oleh International Diabetes Federation (IDF).

"Penyakit kencing manis itu tidak bisa disembuhkan, sampai ke kubur dicapnya penderita kencing manis. Apa kita mau? Maka dari itu harus dicegah," kata Nila saat memberi sambutan acara, Minggu (10/4/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Baca juga: Pengidapnya Mencapai 440 Juta, Diabetes Ancam Negara Kaya dan Miskin

Untuk mendemonstrasikan seberapa gentingnya kondisi ini, Kementerian Kesehatan mencoba melakukan tes kesehatan pada beberapa pengunjung acara. Hasilnya hanya dari 405 sampel saja terjaring 24% punya hipertensi dan 5% punya gula darah tinggi.

Diabetes adalah penyakit tak menular yang kuat berhubungan dengan gaya hidup tak sehat. Pola makan tak seimbang (banyak kalori, lemak, dan garam) serta aktivitas fisik yang minim membuat faktor risiko diabetes seperti obesitas, hipertensi, dan kolesterol menumpuk.

Oleh karena itu untuk menghindari kondisi-kondisi tersebut Nila menyarankan agar masyarakat mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Rutin juga lakukan cek kesehatan minimal setahun sekali di pos-pos pelayanan terpadu yang sudah disediakan.

"Kita itu di satu sisi ada yang kurang gizi tapi satu sisi ada juga obesitas. Jadi ibu bapak tolong makannya jangan kebanyakan jangan kekurangan juga. Sedang-sedang saja," pungkas Menkes Nila.

Turut juga menghadiri acara Gubernur Banten Rano Karno, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Alexander Sparringa, serta Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Mohamad Subuh.

Baca juga: Cegah Diabetes, Menkes Nila Kurangi Makanan Berlemak dan Bersantan


(fds/ajg)

Berita Terkait