ADVERTISEMENT

Rabu, 13 Apr 2016 15:35 WIB

Peneliti Ungkap Penyebab Halusinasi Parah Ketika Menggunakan LSD

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Penggunaan lycergic syntetic diethylamide (LSD) diketahui menyebabkan halusinasi parah. Saking parahnya, halusinasi sering tampak nyata dan pemakai LSD seperti merasa mendapat pencerahan spiritual.

dr Robin Carhart-Harris dari Department of Medicine, Imperial College London mengatakan pemakai LSD bisa melihat warna dan merasa mendapat pencerahan spiritual meskipun mata mereka tertutup. Untuk mengetahui bagaimana proses ini bisa terjadi, mereka menggunakan teknologi magnetic resonance imaging (MRI) dan magnetoencephalography (MEG).

Normalnya, informasi visual yang diambil lewat mata diproses oleh bagian otak yang disebut sebagai visual cortex. Namun pada kasus pemakai LSD, mereka bisa melihat banyak warna dan halusinasi parah ketika mata tertutup.

Baca juga: Peneliti: LSD Membuat Otak Manusia Dewasa Menjadi Seperti Bayi

"Penelitian kami membuktikan bahwa pada pemakai LSD, mereka tidak benar-benar melihat. Halusinasi yang mereka lihat berasal dari imajinasi, bukan apa yang ditangkap oleh mata dan berasal dari dunia luar," tutur dr Robin, dikutip dari Medical Daily, Rabu (13/4/2016).

Dijelaskan dr Robin, informasi yang didapat dan diolah oleh visual cortex akan disimpan sebagai memori di otak. Namun ketika menggunakan LSD, tidak hanya visual cortex saja yang mengolah informasi tersebut. Bagian otak lain yang mengolah memori, kenangan, hingga imajinasi juga turut bekerja sehingga menghasilkan halusinasi yang tampak benar-benar nyata.

Hasil lebih kompleks akan terlihat jika pemakai LSD mendengarkan musik. Ketika pemakai LSD mendengarkan musik, bagian otak yang disebut sebagai parahippocampus akan lebih aktif. Bagian otak ini membocorkan bayangan bentuk dan ingatan yang pernah dialami seseorang ke visual cortex.

"Karena itulah, pemakai LSD yang mendengarkan musik sering merasa mendapat pencerahan spiritual. Hal ini terjadi akibat berbagai rangsangan indera dan informasi yang bercampur menjadi satu, menjadikan sensasinya sangat spiritual," urai dr Robin.

Penelitian dr Robin menjadi sangat penting karena misteri LSD dan otak sudah diteliti lebih dari 50 tahun. Sebelumnya, sulit bagi peneliti untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi di otak ketika memakai LSD. Selain efeknya yang kompleks, LSD juga termasuk narkotika golongan I yang tidak bisa didapat dengan mudah.

Baca juga: 5 Fakta Seputar Magic Mushroom yang Belum Banyak Diketahui (mrs/vit)
lsd

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT