Dr Howard Markel, sejarawan kesehatan dari University of Michigan, mengatakan beberapa epidemi sebelumnya memiliki sifat umum yang sama. Pertama, penyebab penyakit tidak diketahui pasti dan kedua, rumor tentang bahaya penyakit tersebut berkembang di luar kendali.
"Kita tahu bahwa Zika ditularkan oleh nyamuk. Namun apakah mikrosefali dan penyakit saraf lainnya benar-benar disebabkan oleh Zika? Atau hanya kebetulan saja? Hal ini menyebabkan timbulnya desas-desus yang merupakan salah satu ciri awal munculnya epidemi," tutur Markel, dikutip dari NY Times.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Abad Pertengahan, penyakit pes disangka berasal dari sumur dan sumber air minum yang kotor. Memasuki tahun 1900, pes diyakini menjangkit orang yang memakan nasi yang basi. Namun ilmu pengetahuan akhirnya membuktikan pes ditularkan oleh kutu pada tikus yang biasa tinggal di kawasan kumuh.
Sama halnya dengan HIV-AIDS. Di awal kemunculannya, penyakit ini disebut sebagai 'kutukan' bagi kelompok homoseksual. Padahal, penyakit ini disebabkan oleh virus dan bisa menyerang siapa saja, termasuk kelompok heteroseksual yang melakukan hubungan seks tidak aman.
"Rumor-rumor inilah yang merupakan nadi dari suatu epidemi penyakit," ungkapnya lagi.
Pada kasus Zika, salah satu rumor yang paling dipercaya terkait dengan penyebab mikrosefali. Pada awalnya, diyakini mikrosefali yang terjadi di Brazil disebabkan oleh larvasida yang digunakan di rumah-rumah.
Menanggapi hal ini, peneliti dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) USA, Ronald Rosenberg, ScD, membantahnya. Menurut Rosenberg, hal ini belum terbukti. Oleh sebab itu, belum bisa dikatakan juga bahwa penggunaan insektisida menyebabkan mikrosefali.
"Belum ada bukti yang kuat untuk menunjukkan bahwa ada kaitannya antara penggunaan insektisida dengan risiko mikrosefali," tegas Rosenverg, beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, WHO mengumumkan bahwa ilmuwan telah yakin bahwa virus Zika yang kini tengah mewabah bisa menyebabkan mikrosefali dan juga penyakit saraf langka Guillain-Barre Syndrome (GBS).
Sejauh ini wabah Zika telah dilaporkan terjadi di 39 negara dan daerah. WHO melaporkan dari beberapa lokasi tersebut Brazil, Perancis, dan Polynesia semua mengalami adanya kenaikan kasus mikrosefali.
"Berdasarkan studi observasional, kohort dan kontrol kasus, ada konsensus ilmiah yang kuat bahwa virus Zika menyebabkan GBS, mikrosefali dan gangguan neurologis lainnya," kata WHO.
Baca juga: Zika Dikaitkan dengan Gangguan Otak dan Tulang Belakang Pada Orang Dewasa (mrs/vit)











































