Kamis, 21 Apr 2016 17:17 WIB

Ini Penyebab Kebanyakan Orang Cenderung Lebih Dominan Gunakan Tangan Kanan

Hillariana Ikhlash Devani - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Meski memiliki dua tangan, tapi kebanyakan orang akan menggunakan tangan kanan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu, seperti menulis atau menggambar. Lantas, apa sebabnya seseorang lebih cenderung menggunakan tangan kanannya?

Fungsi otak yang berbeda ditengarai sebagai alasan seseorang memilih tangan kanan untuk melakukan pekerjaan utama. Seperti diketahui, tubuh memiliki bagian otak kiri dan kanan yang mengontrol bagian berlawanan pada tubuh. Namun, bagian kiri dan kanan otak tidak selalu mengontrol kebiasaan yang sama. Bisa jadi satu kebiasaan akan dilakukan oleh salah satu otak saja.

Dominasi ini disebut cerebal lateralisation. Dominasi ini terjadi ketika salah satu belahan otak mengambil kesempatan kontrol pada proses-proses kerja di mana tidak memungkinkan kedua otak bersaing untuk mengaturnya. Misalnya saja, proses bahasa.

"Saat berpidato orang lebih cenderung menggunakan otak kiri sehingga kontrol tindakan tangan juga dilakukan oleh otak kiri. Akibatnya, mayoritas populasi manusia (sekitar 90 persen) menggunakan tangan kanan ketika mereka menulis dan membuat gerakan," kata Gillian Forrester, dosen psikologi di Westminster University.

Nah, pengetahuan ini sekaligus menjawab para ilmuwan abad pertengahan yang menganggap kidal adalah kelainan perkembangan saraf. Kenyataannya, kecenderungan timbul karena pengaturan otak yang membuat anak cenderung memilih tangan kanan atau tangan kiri untuk melakukan pekerjaan. Dan pengaturan ini umumnya mulai terlihat pada usia 4 tahun.

"Hari ini, kita memahami bahwa kecenderungan penggunaan tangan disebabkan oleh pengaturan otak. Walaupun, jika anak-anak mengembangkan keterampilan motorik mereka, mereka bisa menggunakan kedua tangan untuk melakkukan pekerjaan yang mudah seperti meraih benda," ujar Forrester, dikutip dari Daily Mail, Kamis (21/4/2016).

Baca Juga: Tengah Dikembangkan, Alat Pengecek Kadar Oksigen dalam Tubuh Saat Operasi

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa seseorang yang sangat 'kiri' atau 'kanan' juga memiliki dominasi otak yang baik dan produksi bahasa yang khas. Di sisi lain, seseorang yang tidak mengembangkan tangan dominannya, seringkali terkait dengan ketidaklaziman motorik dan kemampuan bahasa (ambidextrous). Kondisi ambidextrous ini terjadi pada 3-4 persen dari populasi umum.

"Angka ini meningkat 17 persen sampai 47 persen pada populasi anak-anak dengan gangguan spektrum autis (ASD). Umumnya, anak-anak ini juga menunjukkan kelainan motorik mulai usia tujuh bulan. Pengetahuan tentang motorik ini juga dapat membantu deteksi ASD yang dapat diamati pada awal perkembangan anak," kata Forrester ketika ditanya tentang pada siapa ambidextrous ini lebih mungkin terjadi.

Pemetaan jalur perkembangan motorik dan kognitif pada anak-anak ini memberikan cara baru untuk memahami hubungan antara organisasi otak, fungsi otak, dan perilaku.

Baca Juga: Cerita Chris, Baru Sadar Dirinya Memiliki Autisme di Usia 33 Tahun

(rdn/vit)