Prof Dr dr Soehartati Gondhowiardjo, Sp. Rad(K)Onk Rad, Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) mengatakan sebagian besar pasien kanker berobat ke dokter ketika kondisi penyakit sudah parah. Hal ini memiliki dua kerugian.
"Pertama, keberhasilan pengobatan akan turun. Kedua, beban biaya pengobatan akan meningkat," tutur Prof Tati, dalam talkshow Indonesia 8th Annual Canver Survivor Gathering di Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/4/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pembiayaan, Prof Tati mengatakan memang saat ini sudah ada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun tidak semua pengobatan kanker stadium lanjut ditanggung oleh BPJS.
Baca juga: Studi Ini Sebut Yoghurt dan Kubis Bisa Jadi Antikanker
Oleh karena itu, pencegahan dan pemeriksaan dini menjadi hal utama. Dengan melakukan pencegahan serta melakukan pemeriksaan dini ketika memiliki faktor risiko, kanker bisa dicegah.
"43 Persen kanker bisa dicegah dengan gaya hidup sehat. 30 persen lainnya bisa dikelola dengan baik jika pengobatan dilakukan dengan tepat," tambah Prof Tati.
Acara ini bertepatan dengan ulang tahun Cancer Information and Support Center (CISC) yang ke 13. Selain talkshow, acara ini juga menampilkan tarian dan kesenian oleh survivor kanke
Baca juga: Wanita Ini Klaim ASI Mampu Perpanjang Umur Ayahnya yang Kena Kanker (mrs/vit)











































