Hasil riset dari Ovarium Cancer Research menemukan bahwa terjadi peningkatan jumlah wanita yang tidak pergi ke dokter walaupun sudah merasakan gejala kanker ovarium. Diungkapkan oleh Ovarian Cancer Action, lembaga yang melakukan riset ini, lebih dari seperempat wanita menempatkan pekerjaan sebagai prioritas yang didahulukan dibanding pergi ke dokter.
Sementara itu, sepertiga lainnya menempatkan keluarga sebagai prioritas utamanya sebelum pergi ke dokter. Bahkan, 14 persen wanita lainnya mengatakan menghabiskan waktu bersama pasangan lebih penting daripada memeriksakan kondisinya ke dokter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keengganan bagi wanita untuk mencari bantuan dan berbicara tentang masalah kesehatan benar-benar mengkhawatirkan tapi tidak sulit untuk dipahami. Karena setiap wanita diciptakan berbeda," tutur Katherine Taylor, Chief Executive di Ovarian cancer Action.
Baca Juga: Terobosan Baru: Implan Ditanam di Kulit untuk Pengobatan Kanker Ovarium
Padahal, diagnosis dini menurut penelitian ini dapat menurunkan angka kematian akibat kanker ovarium lebih dari seperempat. Seperti diketahui, kanker ovarium adalah kanker ke-lima yang paling umum d di kalangan wanita. Sedangkan, kanker ginekologi adalah yang paling mematikan.
"Maka dari itu, untuk diagnosis dini kanker ovarium, kita sebagai wanita perlu mendengarkan tubuh kita. Kemudian, tetap gigih memberitahu dokter jika kita berpikir ada sesuatu yang salah pada diri kita," ujar Taylor, dikutip dari Express, Senin (25/4/2016).
Taylor juga menjelaskan, gejala yang dialami orang dengan kanker ovarium di antaranya sakit perut terus menerus atau kembung. Kemudian, pasien juga sulit untuk makan atau merasa perutnya cepat penuh. Gejala lainnya yakni sakit punggungg, perubahan kebiasaan buang air besar, dan terus menerus merasa lelah.
"Jika Anda mengalami gejala ini lebih baik Anda segera memeriksakan diri ke dokter," ungkapnya.
Sebagai solusi, Ovarian Cancer Action menyarankan perempuan untuk menulis buku harian guna mendokumentasikan aktivitas tubuh yang tidak biasa setiap harinya. Hal ini dilakukan agar gejala terdokumentasi dengan jelas.
Baca Juga: Gejala Tak Pasti, Diagnosis Endometriosis di Fase Awal Jadi Tantangan
(vit/vit)











































