Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science baru-baru ini. Menurut penelitian tersebut, dinosaurus mengalami 2 fase tidur yang sama seperti manusia yakni fase REM (Rapid Eye Movement) dan fase slow-wave sleep.
"Temuan ini menunjukkan bahwa binatang mulai mengalami fase-fase tidur jauh lebih awal dari yang diperkirakan," kata Dr Gilles Laurent dari Max Planck Institute for Brain Research yang melakukan penelitian tersebut, dikutip dari Livescience, Senin (2/5/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
REM ditandai dengan gelombang otak yang sama seperti aktivitas otak berjalan. Pada mamalia (manusia termasuk di dalamnya), otot-otot tubuh beristirahat di fase ini, tetapi mata bergerak secara random. Mimpi paling banyak terjadi pada fase ini.
Sementara itu, slow wave sleep merupakan fase lain yang berbeda dari REM. Fase ini ditandai dengan aktivitas gelombang pelan di otak yang disebut gelombang delta.
Laurent tidak sedang meneliti tidur saat mengungkap temuan ini. Ia hanya mengamati aktivitas otak pada sejenis reptil yang dinamakan Australian dragons (Pogona vitticeps). Temuan 2 fase tidur secara tidak sengaja pada reptil ini menunjukkan bahwa binatang non mamalia dan aves (burung) sudah mengalami fase-fase tidur ini sejak era dinosaurus.
Baca juga: 5 Hal yang Bikin Gemuk Saat Kurang Tidur (up/vit)











































