Pria Ini Alami Fraktur Penis Saat Bercinta Hingga Mr P-nya Berbunyi 'Krek'

Pria Ini Alami Fraktur Penis Saat Bercinta Hingga Mr P-nya Berbunyi 'Krek'

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 17 Mei 2016 16:32 WIB
Pria Ini Alami Fraktur Penis Saat Bercinta Hingga Mr P-nya Berbunyi Krek
Foto: thinkstock
New Delhi - Meski tidak memiliki tulang, tapi penis bisa mengalami cedera yang disebut fraktur penis. Hal itu pula yang baru-baru ini dialami oleh pria 32 tahun di New Delhi.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu menggambarkan bagaimana ia bisa mendengar penisnya berbunyi 'krek' ketika bercinta dan kemudian rasa sakit menjalar di penisnya. Sontak, ia langsung dilarikan ke rumah sakit di New Delhi. Saat tiba di RS, diketahui penis si pria sudah melengkung ke arah yang tidak normal dan berwarna hitam.

"Pria ini mengalami kondisi yang disebut eggplant deformities. Hasil CT Scan menunjukkan ada robekan di dinding corpora cavernosa," tulis dokter dari All India Institute of Medical Sciences, New Delhi dalam laporannya di journal BMJ Case Reports. Demikian dikutip dari Daily Mail, Selasa (17/5/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penis memang tidak memiliki tulang, tetapi memiliki corpus cavernosum yakni semacam dua tabung berbahan spons yang ada di sepanjang penis. Corpus cavernosum menjadi tempat darah mengalir sehingga membuat penis keras selama ereksi. Pada kasus pria ini, 'patahan' menyebabkan robekan di selubung corpus cavernosum.

Baca juga: Ini Dia 10 Jenis Cedera Terburuk yang Bisa Dialami Penis (2)

Akibat kondisi itu, darah mengalami kebocoran hingga terjadi pembengkakan dan penis berwarna hitam. Pada kasus ini, si pria langsung mendapat operasi darurat untuk mengeringkan darah yang bocor berlebih dan memperbaiki robekan yang terjadi di selubung corpus cavernosum.

Seperti diketahui, fraktur penis bisa terjadi akibat trauma benda tumpul atau aktivitas yang berlebihan pada penis saat masturbasi atau bercinta. Dilaporkan Telegraph, sejak tahun 1924 di seluruh dunia tercatat 1.600 kasus fraktur penis dengan prevalensi 16 persen kasus per tahun.

Terkait posisi bercinta, woman on top menjadi posisi yng paling berisiko menyebabkan fraktur penis. Sementara, doggy style menjadi penyebab 29 persen fraktur penis, sedangkan man on top menyebabkan 21 persen fraktur penis. Menurut dokter, fraktur penis bisa menyebabkan masalah seperti disfungsi ereksi, timbulnya jaringan parut di penis, dan mencegah mengalirnya darah di penis sehingga pria tidak bisa mempertahankan ereksi.

Baca juga: Ketakutan Teraneh: Dari Takut Uang Hingga Penis Ereksi


(rdn/vit)

Berita Terkait