Selasa, 24 Mei 2016 07:39 WIB

Ini Dampak Memaksakan 'Nongkrong' di Toilet Meski Tak Terlalu Ingin BAB

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Tak sedikit orang yang sebenarnya tidak terlalu ingin buang air besar alias BAB tapi mereka memaksakan diri untuk berdiam diri di kloset. Bahkan, sambil menunggu mulainya proses BAB, beberapa orang ada yang asyik memainkan ponsel atau membaca.

Menanggapi hal ini, psikiater di department of gastroenterology, hepatology, and nutrition di University of Pittsburgh, Gregory Thorkelson, MD mengatakan BAB tidak semestinya menjadi proses yang berlarut-larut. Untuk itu, ia menyarankan sebaiknya Anda tidak berada di toilet lebih dari 10-15 menit untuk menunggu proses BAB.

"Bahkan lebih baik jika Anda ke toilet ketika memang sudah sangat ingin BAB. Jika tidak ada rasa mulas misalnya, Anda bisa tergoda untuk mengejan yang pada akhirnya bisa memicu timbulnya wasir bagi beberapa orang. Belum lagi jika Anda sembari main HP atau membaca, tanpa disadari Anda akan lebih lama di toilet meski tak kunjung BAB," terang Thorkelson.

Baca juga: Seperti Ini Lho Bentuk dan Tekstur Feses yang Normal

Dikutip dari Men's Health, Thorkelson menjelaskan ketika terjadi gerakan peristaltik tinja di dalam usus, saat itulah timbul keinginan BAB, Namun, ketika tidak ada keinginan untuk BAB, bisa terjadi proses yang disebut reverse peristaltik di mana feses justru kembali lagi ke usus dan justru akan membuat proses BAB lebih sulit.

Kemudian, usus akan mengekstrak kembali cairan dari feses dan bisa membuat feses lebih keras. Akibatnya, bukan tak mungkin Anda akan mengalami konstipasi. Terlalu lama menunggu proses BAB dikatakan Thorkelson juga bisa jadi adanya masalah lain. Misalnya stres yang dapat mengurangi gerakan peristaltik dan memperlambat gerakan di perut.

"Butuh waktu terlalu lama untuk menunggu proses BAB juga bisa jadi tanda Anda sembelit. Jadi, pastikan Anda mengonsumsi cukup serat setidaknya 38 gram sehari. Atas anjuran dokter, konsumsi suplemen magnesium juga bisa dilakukan untuk membantu meregangkan usus sehingga pergerakan feses lebih lancar," tambah Thorkelson.

Studi dalam candinavian Journal of Gastroenterology menunjukkan, konsumsi kopi bisa membantu merangsang kontraksi otot yang terlibat dalam gerakan peristaltik. Sehingg, Thorkelson mengatakan tidak masalah jika Anda minum kopi untuk membantu proses BAB. Tapi, pastikan Anda tidak terlalu sering melakukannya.

Baca juga: Selain Kotoran Manusia, Benda-Benda Ini Juga Sering 'Nyasar' di Septic Tank (rdn/vit)