Gerakan #1Rumah1Jumantik Diharap Ampuh Tekan Kasus DBD

Gerakan #1Rumah1Jumantik Diharap Ampuh Tekan Kasus DBD

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 15 Jun 2016 17:32 WIB
Gerakan #1Rumah1Jumantik Diharap Ampuh Tekan Kasus DBD
Foto: (Credit: ABC licensed)
Jakarta - Untuk menekan angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD), digalakkan sebuah program 1 rumah 1 jumantik. Diharapkan, di masing-masing keluarga terdapat minimal satu orang anggota keluarga yang bisa menjadi juru pemantau jentik (jumantik).

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Dr H Mohamad Subuh, MPPM mengatakan pendekatan 1 rumah 1 jumantik di mana jumantik yang merupakan anggota keluarga bisa membawa keuntungan. Salah satunya, si jumantik bisa masuk ke tempat private di rumah tersebut.

"Pengalaman kami tahun lalu saat ke Tangsel, untuk meninjau dan masuk ke tempat private agak sulit terlebih bagi seorang menteri. Misalnya memantau jentik kamar mandi di kamar pribadi kalau anggota keluarga yang jadi 'jumantik'nya kan lebih mudah masuk," tutur Subuh dalam Peringatan ASEAN Dengue Day ke-6 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan jumlah penduduk Indonesia 250 juta penduduk dengan asumsi satu keluarga terdiri dari 4 orang, maka diharapkan terdapat 65 juta jumantik. Apakah ini mungkin? Dikatakan Subuh pastinya pemerintah optimistis gerakan ini berhasil. Apalagi pengetahuan upaya mencegah DBD masyarakat pun sudah cukup baik.

Suasana jumpa pers dalam Peringatan ASEAN Dengue Day ke-6 (Foto: Radian Nyi Sukmasari/detikHealth)

Baca juga: Kenali, Gejala Khas DBD Selain Demam dan Sakit Kepala

"Dulu di tahun '68 jumlah kematian akibat DBD 45 persen, sekarang kesadaran masyarakat sudah makin baik, demam apa karena DBD, segera periksa. Nah, di tahun 2015 angka kematian 0,9 persen. Diharap bukan nol koma lagi tapi nggak ada sama sekali," lanjut Subuh.

Ia menekankan, di Indonesia belum ada satupun daerah bebas DBD, baik di desa maupun kota. Untuk itu, upayakan jangan lengah sekalipun untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Subuh mengatakan PSN harus dilakukan tiap minggu karena siklus hidup nyamuk hanya 8 hari dan setelah itu jentik sudah menjadi nyamuk dewasa.

"3M dilakukan tiap saat. Karena Indonesia adalah daerah endemis DBD. Kalau lengah, kasus ini akan besar jumlahnya. Kalau kita perhatian pada vektor, nyamuk, sebenarnya DBD, chikungunya, zika bisa diatasi," ujar Subuh.

Guna mensukseskan gerakan 1 rumah 1 jumantik pastinya diperlukan kerja sama antar lembaga termasuk juga perangkat daerah mulai dari tingkat RT sampai kecamatan. Data Kemenkes RI menunjukkan bulan Januari-Februari 2016 terdapat 13.219 pasien DBD dengan kasus kematian mencapai 137.

Baca juga: Saat Terkena DBD, Tidak Harus Selalu Jalani Rawat Inap (rdn/vit)

Berita Terkait