Kamis, 30 Jun 2016 11:30 WIB

Pakai Tabir Surya Kedaluwarsa, Apa Dampaknya?

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Krim tabir surya sering disarankan oleh ahli agar selalu rutin dipakai terutama oleh mereka yang menghabiskan waktunya beraktivitas di bawah paparan sinar matahari. Tujuannya untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar ultraviolet dan mencegah munculnya kasus kanker kulit.

Tapi tentu tak semua masyarakat terbiasa, ada yang rutin memakai tapi ada juga yang jarang. Untuk mereka yang tak terbiasa krim mungkin hanya ditaruh saja dalam jangka waktu lama sampai akhirnya pada satu kesempatan ingat untuk dipakai.

Baca juga: Jaga Kesehatan Kulit Saat Puasa, Jangan Lupa Pelembap dan Tabir Surya

Pada akhirnya krim tabir surya yang tak habis terpakai akan Kedaluwarsa. Lalu apakah kira-kira berbahaya untuk kulit?

Profesor Rigoberto Advincula dari depertamen Macromolecular Science and Engineering di Western Reserve University menjelaskan secara umum saat tabir surya kedaluwarsa hal yang berubah adalah struktur kandungannya. Hal pertama yang akan rusak biasanya bahan pengemulsi sehingga krim menjadi berbutir kasar.

Seiring berjalannya waktu dan apabila terpapar panas terlalu banyak bahan lainnya juga ikut rusak. Akibatnya sifat pelindung krim jadi akan berkurang.

"Tapi meski semua ini terjadi bukan berarti krim betul-betul kehilangan seluruh manfaatnya. Ia mungkin akan kehilangan potensinya sampai batas tertentu tapi masih bisa jadi tabir surya," kata Rigoberto seperti dikutip dari Live Science, Kamis (30/6/2016).

Menggunakan krim tabir surya yang Kedaluwarsa tak disarankan namun bila terpaksa maka seseorang harus lebih sering mengaplikasikannya ke kulit. Hal ini untuk mengkompensasi kemampuan perlindungan krim yang lebih lemah dari normal.

Disarankan untuk memakai krim tabir surya tersebut setiap 2-3 jam sekali.

Baca juga: Gen 'Tabir Surya' Ini Mampu Lindungi Kulit dari Kanker (fds/vit)