Penelitian Vaksin Zika Mulai Tunjukkan Tanda-tanda Kesuksesan

Penelitian Vaksin Zika Mulai Tunjukkan Tanda-tanda Kesuksesan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 01 Jul 2016 09:32 WIB
Penelitian Vaksin Zika Mulai Tunjukkan Tanda-tanda Kesuksesan
Foto: Thinkstock
Jakarta - Penelitian vaksin Zika saat ini masih berada di tahap uji laboratorium. Peneliti mengungkap hasilnya cukup memuaskan dan berencana mengujinya ke manusia dalam waktu dekat.

Dr Dan Barouch dari Beth Israel Deaconess Medical Center, salah satu peneliti vaksin Zika, mengatakan ada dua jenis vaksin yang sedang dikembangkan. Pertama adalah vaksin berbasis DNA dan kedua vaksin bersumber virus yang dilemahkan. Uji coba dilakukan kepada mencit laboratorium.

"Menurut pengetahuan kami, penelitian ini adalah yang pertama melaporkan uji coba vaksin Zika pada binatang. Hasil awal menunjukkan tanda-tanda kesuksesan dan sebentar lagi mungkin kami bisa melakukan uji coba pada manusia," tutur Barouch yang juga aktif di Harvard Medical School ini, dikutip dari ABC Australia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Kemenkes: Zika Belum Jadi Persoalan, Tapi Bukan Berarti Kita Cuek

Dijelaskan Barouch, hasil uji coba pada mencit menunjukkan adanya perlawan antibodi terhadap virus yang masuk ke tubuh. Memang belum semua jenis virus memiliki hasil yang diharapkan, namun setidaknya ini adalah langkah maju.

"Kami optimistis. Temuan ini menunjukkan adanya perkembangan dalam vaksin Zika yang aman dan efektif," ungkapnya lagi.

Di sisi lain, peneliti dari Pasteur Institute, Prancis, baru-baru ini menemukan bahwa antibodi yang diambil dari pasien demam berdarah ternyata juga dapat dipakai untuk mencegah infeksi virus Zika.

Kebetulan vaksin demam berdarah baru saja disetujui peredarannya oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), jadi diyakini vaksin yang sama juga bisa dimanfaatkan untuk melindungi banyak orang dari serangan Zika.

"Wajar kalau selama ini Zika tidak ada obatnya, sebab tubuh seseorang baru akan membuat antibodi melawan virus Zika saat terinfeksi, tetapi selama ini belum ada yang peneliti mencoba mengisolasi antibodi dari pasien Zika, apalagi kalau bukan karena Zika belum dianggap virus yang berbahaya," ungkap salah satu peneliti dari Pasteur Institute, Felix Rey.

Baca juga: Permintaan Aborsi Meningkat Dua Kali Lipat karena Zika

(mrs/vit)

Berita Terkait