Minggu, 10 Jul 2016 12:01 WIB

Laporan dari Guangzhou

Begini RS di China Mengantisipasi Banyaknya Pasien Kanker dari Luar Negeri

Melisa Mailoa - detikHealth
Foto: Melisa
Guangzhou - Tren berobat ke luar negeri masih diminati, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan memadai di bidang finansial. Salah satu faktor penyebabnya adalah keyakinan bahwa berobat di luar negeri lebih modern.

Salah satu negara yang menjadi tujuan para pasien kanker dalam mencari pengobatan adalah China. Sejumlah rumah sakit di negara ini kebanjiran pasien dari berbagai negara. Para pasien jauh-jauh datang dengan harapan bisa mendapat pengobatan dengan metode paling mutakhir.

"Di China kebutuhan terhadap kombinasi pengobatan kanker semakin bertambah, begitu pula dengan jumlah pasien asal Asia Tenggara, Asia Tengah dan Afrika di St Stamford Modern Cancer Hospital," kata Direktur St Stamford International Group, Huang Rongkang kepada wartawan baru-baru ini.

Kerja sama dengan berbagai pihak dilakukan untuk memenuhi harapan para pasien. Termasuk dengan Singapura, yang cukup dikenal dengan kemajuan teknologi kedokterannya. Pulau kecil di ujung lepas Semenanjung Malaka ini juga sering menjadi tujuan pasien kanker dari berbagai negara untuk berobat.

"Dengan menggabungkan keunggulan medis di Singapura, kami akan lebih banyak bekerja sama dengan lembaga medis lain dan mengembangkan penelitian internasional. Selain itu membangun sebuah proyek medis yang unggul," lanjut Rongkang.

Baca juga: 70 Persen Pasien Internasional RS di Singapura Berasal dari Indonesia

Tidak hanya soal teknologi, faktor pelayanan juga mendapat perhatian dari rumah sakit yang banyak menangani pasien dari luar negeri. Suasana kekeluargaan harus hadir agar para pasien tetap merasa nyaman meski sedang sakit dan jauh dari sanak-keluarga.

"Untuk menciptakan suasana rumah sakit yang harmonis, kita harus menerapkan konsep yang berorientasi pada seluruh proses pekerjaan perawatan kesehatan. Sembuhkan saya, jangan sakiti saya, rawat saya dengan lebih baik lagi. Ini adalah syarat utama perawatan rumah sakit kami," kata pimpinan utama St Stamford Modern Cancer Hospital, Professor Lin Tajie.

Baca juga: Tiap Tahun Ratusan Orang Indonesia ke Malaysia untuk Wisata Sambil Berobat (up/up)