Hal ini diketahui setelah peneliti memeriksa 473 otak responden berusia 20-87 tahun. Secara alamiah semakin tua seseorang maka otak memang perlahan akan kehilangan bagian bernama materi putih (white matter) yang bertanggung jawab menyalurkan informasi, namun pada orang obesitas jumlah materi putih yang hilang jauh lebih banyak untuk kelompok usianya.
Pemimpin studi dr Lisa Ronan mengatakan timnya belum bisa memastikan apakah obesitas yang membuat otak 'menua' atau sebaliknya. Dilaporkan dalam jurnal Neurobiology of Aging, peneliti mengatakan butuh studi lebih lanjut dan melihat apakah responden yang otaknya lebih tua ini nanti juga akan lebih cepat terkena demensia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Obesitas itu sangat kompleks. Kita tahu betapa banyak dampak buruknya untuk badan. Tapi bagaimana obesitas berdampak untuk otak dan bagaimana interaksinya, kita baru mulai memahaminya," kata dr Ronan seperti dikutip dari BBC, Jumat (5/8/2016).
Profesor Sadal Farooqi dari Wellcome Trust Medical Research Council Institute of Metabolic Science yang juga terlibat dalam studi mengatakan orang di usia paruh baya tampaknya paling rentan untuk kondisi ini.
"Ini adalah titik awal bagi kita untuk menjelajah lebih dalam efek antara bobot tubuh, diet, dan olahraga pada kesehatan otak serta memori," pungkas Prof Farooqi.
Baca juga: Anak Sulit Konsentrasi? Psikolog: Bisa Jadi karena Kurang Olahraga (fds/vit)











































