Padahal yang disarankan setelah serangan stroke ringan adalah operasi dalam rentang waktu 48 jam. Tujuannya untuk membuka sumbatan pada arteri yang mengalirkan darah ke otak.
Baca juga: Kena Efek Langka Sengatan Tawon, Pria Ini Terserang Stroke
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menemui dokter dan memulai pengobatan pada hari yang sama setelah serangan stroke ringan dapat mengurangi risiko stroke ke dua hingga 20 persen untuk kurun waktu dua minggu kedepan," lanjut Handa.
Handa sendiri telah melakukan penelitian dan menyurvei 150 pasien stroke ringan. Dilaporkan dalam British Journal of Surgery, seminggu setelah serangan stroke terjadi hampir semua pasien, 99 persen, sebetulnya menunjukkan gejala adanya sumbatan darah. Namun lebih dari 60 persen pasien tersebut menunda mencari pengobatan.
Tanda-tanda apa yang menandakan serangan stroke ringan? Handa memberi contoh seperti misalnya wajah melorot, sulit bicara, dan kelumpuhan pada anggota tubuh tertentu.
"Merasakan satu gejala saja sudah cukup untuk jadi indikasi kemungkinan stroke," ujar fisiologis Stephan Dombrowski dari University of Stirling.
Baca juga: Tingkat Merokok Turun, Kasus Stroke Fatal juga Berkurang
(fds/vit)











































