Jangan Sepelekan, Stroke Ringan Berisiko Jadi Berat dalam Beberapa Hari

Jangan Sepelekan, Stroke Ringan Berisiko Jadi Berat dalam Beberapa Hari

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 07 Sep 2016 08:36 WIB
Jangan Sepelekan, Stroke Ringan Berisiko Jadi Berat dalam Beberapa Hari
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Orang-orang yang mengalami serangan stroke ringan berisiko tinggi untuk mengalami stroke berat dalam beberapa hari ke depan. Hanya saja sayangnya menurut peneliti belum banyak yang mengetahui hal ini sehingga umumnya individu menunda pergi ke fasilitas kesehatan.

Padahal yang disarankan setelah serangan stroke ringan adalah operasi dalam rentang waktu 48 jam. Tujuannya untuk membuka sumbatan pada arteri yang mengalirkan darah ke otak.

Baca juga: Kena Efek Langka Sengatan Tawon, Pria Ini Terserang Stroke

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menyadari secara dini dan segera mencari pengobatan dapat mengurangi besar risiko kematian dan kecacatan setelah serangan stroke ringan," kata peneliti Ashok Handa dari John Radcliffe Hospital seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/9/2016).

"Menemui dokter dan memulai pengobatan pada hari yang sama setelah serangan stroke ringan dapat mengurangi risiko stroke ke dua hingga 20 persen untuk kurun waktu dua minggu kedepan," lanjut Handa.

Handa sendiri telah melakukan penelitian dan menyurvei 150 pasien stroke ringan. Dilaporkan dalam British Journal of Surgery, seminggu setelah serangan stroke terjadi hampir semua pasien, 99 persen, sebetulnya menunjukkan gejala adanya sumbatan darah. Namun lebih dari 60 persen pasien tersebut menunda mencari pengobatan.

Tanda-tanda apa yang menandakan serangan stroke ringan? Handa memberi contoh seperti misalnya wajah melorot, sulit bicara, dan kelumpuhan pada anggota tubuh tertentu.

"Merasakan satu gejala saja sudah cukup untuk jadi indikasi kemungkinan stroke," ujar fisiologis Stephan Dombrowski dari University of Stirling.

Baca juga: Tingkat Merokok Turun, Kasus Stroke Fatal juga Berkurang

(fds/vit)

Berita Terkait