dr Francisco Olea-Popelka dari Union Against Tuberculosis and Lung Disease memperkirakan setiap tahun bisa ada 121 ribu kasus TB dari hewan. Sementara itu TB sendiri secara keseluruhan di dunia bisa sampai 9 juta kasus baru.
World Health Organization (WHO) menyebut TB dari hewan sudah puluhan tahun tidak pernah diperhatikan serius. Umumnya seseorang terinfeksi ketika ia mengonsumsi produk tercemar seperti susu mentah atau berdekatan langsung dengan hewan yang sakit seperti pada kasus dokter hewan, petani, atau tukang daging.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sekali lagi jumlah tersebut baru perkiraan dan tidak ada yang tahu pasti besarnya skala masalah TB dari hewan. Studi di Mexico mengatakan sekitar 28 persen kasus TB yang ada sumbernya bisa dilacak dari hewan, studi di India menyebut hanya 9 persen, sedangkan studi di California menyebut 45 persen.
"Saya pikir kita harus hati-hati... Ini adalah masalah terkenal dan telah diabaikan selama beberapa dekade. Penyakit ini bisa dicegah, diobati, dan disembuhkan namun sampai hari ini masih ada ratusan ribu orang meninggal karenanya," kata dr Francisco seperti dikutip dari BBC, Senin (3/10/2016).
TB dari binatang selain itu patut diwaspadai juga karena bakterinya berbeda dari infeksi TB biasa. Bakteri TB yang datang dari binatang, Mycobacterium bovis, diketahui memiliki sifat resistan terhadap obat pyrazinamide yang biasa dipakai untuk mengobati bakteri TB umumnya Mycobacterium tuberculosis.
Bila seseorang terinfeksi TB binatang artinya ia akan menjadi lebih sulit untuk diobati.
Baca juga: Data Sebaran TB Kebal Obat di Indonesia: Tiap Tahun Meningkat (fds/vit)











































