Senin, 07 Nov 2016 13:31 WIB

Kisah Gadis yang Cuma Makan Keju dan Minum Ala Kadarnya karena Fobia Muntah

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Yorkshire - Phoebe Dormand adalah remaja 19 tahun yang takut muntah. Ia pun ogah makan apapun kecuali keju dan minum ala kadarnya. Alhasil, tubuh Phoebe tak bertenaga dan bobotnya hanya 44 kg.

Ya, Phoebe mengidap fobia muntah atau disebut juga emetophobia. Namun, kondisinya itu tak disadari mahasiswi jurusan psikologi ini. Bahkan, guru dan teman-temannya mengira ia mengalami anoreksia.

"Saya hanya berpikir kalau saya tidak makan apa-apa, saya tidak akan muntah. Akhirnya saya hanya mau makan keju dan itu membuat kondisi saya makin buruk. Tubuh saya tidak bertenaga," kata Phoebe, dikutip dari Daily Mail.

Di kelas, ia juga selalu duduk di bangku paling dekat dengan pintu sebagai antisipasi jika dirinya tiba-tiba mual dan ingin muntah. Hingga suatu hari, tubuhnya yang lemah membuat Phoebe pingsan ketika menyaksikan konser di sekolahnya. Setelah itu, kebetulan Phoebe membaca artikel soal emetophobia.

Ketika memberi tahu artikel itu pada sang ibu, Pam Dormand, Phoebe baru tahu jika ibunya juga mengidap fobia yang sama tapi kini dia bisa mengatasi fobia tersebut. Akhirnya, selama 4 tahun Phoebe menyembunyikan kondisinya itu.

Baca juga: Daftar Fobia yang Berkaitan dengan Medis, Anda Punya Salah Satunya?

"Saya tidak tahu bagaimana mulanya. Di usia 12 tahun saya tiba-tiba takut muntah. Saya juga tidak mau pergi ke rumah orang lain. Ketika gugup dan cemas karena takut muntah, saya bisa mual. Saya juga mengalami gangguan kecemasan tapi obat yang saya konsumsi tidak memperbaiki kondisi saya," papar Phoebe.

Namun, kondisi mulai berubah saat Phoebe menginjak masa-masa akhir SMA-nya. Dengan lingkungan yang baru, termasuk ketika di universitas, gejala fobia muntah Phoebe mulai mereda. Meski begitu, kadang fobia itu bisa memburuk. Mendengar teman muntah atau sakit saja, itu bisa membuat Phoebe sakit.

Sampai saat ini, dia masih sering duduk di toilet sebagai antisipasi jika dia muntah. Namun, menurut Phoebe, membicarakan kondisinya dengan orang lain dan mendapat dukungan membuat dirinya lebih baik.

Dikutip dari emetophobiahelp.org, emetophobia merujuk pada ketakutan seseorang jika dirinya muntah dan terkait dengan asumsi dirinya yang sakit atau akan sakit. Kondisi ini juga termasuk dalam gangguan kecemasan. Disebutkan, sebagian pasien juga bisa merasa takut ketika hanya mendengar atau melihat orang lain muntah.

Gejala emetophobia terdiri dari gejala ringan sampai akut termasuk jantung berdebar cepat, sensasi tersedak, terjadi lonjakan adrenalin, panik, pusing, berkeringat, gemetar, dan mati rasa. Lantas, apa penyebab kondisi ini?

"Belum ada penyebab pasti tetapi sebagian pasien melaporkan ada pengalaman traumatis terkait muntah. Tetapi, sebagian psikoterapis beranggapan kondisi ini terkait dengan pelecehan baik fisik maupun seksual di masa kanak-kanak," tulis situs tersebut.

Nah, terapi strandar untuk fobia ini yakni Cognitive Behavioral Therapy (CBT) secara bertahap. Meski, ada pula terapi lain di mana terapis bisa mendalami perasaan, masalah, dan hubungan pasien dengan lingkungan sekitar, menggunakan teknik yang paling nyaman untuk pasien.

Baca juga: Anak Takut Gelap atau Fobia Gelap? Ini Bedanya

(rdn/vit)